Dari Lagos untuk Dunia: Publikasi Biennial yang Menjelma Monumen

Desainer: Kieron Lewis

Lingkup: Publikasi

Klien: Lagos Biennial

Kabar baik desain kali ini datang dari benua yang berbeda. Lagos Biennial dengan bangga mempersembahkan publikasi penting dan bersejarah – sebuah volume yang mencatat empat edisi terakhir Biennial, sekaligus menghadirkan refleksi kuratorial menuju edisi 2026 mendatang. Kieron Lewis, desainer editorial yang pernah berkolaborasi dengan Victoria & Albert Museum, HarperCollins, South London Gallery, hingga Chronicle Books, didapuk sebagai desainer untuk publikasi ini.

Mengambil judul dari esai Bisi Silva tahun 2017, Lagos: The Making of an African Capital of Culture, buku yang dirancang secara arsitektural ini mengajak pembaca menelusuri berbagai intervensi artistik progresif yang berlangsung di sejumlah situs kolonial dan pascakemerdekaan ikonik di Lagos, termasuk Nigerian Railway Corporation (2017), Independence House (2019), dan Tafawa Balewa Square (2021 & 2024). 

Buku ini menawarkan narasi kuat tentang bagaimana seniman dari Afrika dan berbagai belahan dunia terus berinteraksi, membangun, serta menghuni ruang-ruang urban yang terus berkembang, di waktu yang bersamaan mampu menegaskan karakter Lagos di panggung global. Menghadirkan kontribusi dari 161 seniman internasional, publikasi ini menangkap kompleksitas diskursus seni kontemporer di dalam ruang-ruang yang sarat muatan sejarah. 

zoom-1

Desainer Kieron Lewis, atas permintaan langsung dari Direktur Lagos Biennial, Dr. Folakunle Oshun, mewujudkan catatan sejarah tersebut dalam desain buku yang begitu kompleks dan menantang. Bagaimana tidak,  buku ini ditempatkan dalam casing beton berbentuk skulptural yang dimodelkan berdasarkan fasad Tafawa Balewa Square, situs simbolis perayaan kemerdekaan Nigeria pada tahun 1960. Proses pembuatan casing ini pun jauh dari kata sederhana. Semua dimulai dengan pembuatan cetakan kayu lengkap dengan inti struktur, yang kemudian digunakan untuk mencetak beton. Metode ini melalui berbagai iterasi sebelum mencapai pendekatan yang dianggap paling tepat. Elemen-elemen yang lebih kompleks, seperti teras dan menara, diproduksi menggunakan teknologi pencetakan 3D.

Dengan pendekatan desain tersebut, Kieron Lewis mampu membawa buku ini keluar dari format publikasi konvensional. Setiap kali kita membaca buku yang bermuatan catatan sejarah, kepala kita seketika melancong ke lokasi yang tertulis – membayangkan bagaimana ruang yang menjadi saksi mata peradaban manusia di sana bekerja. Kemudian, kami membayangkan memegang dan membaca buku yang didesain oleh Kieron Lewis ini – bagaimana kami tidak perlu “pergi jauh-jauh” untuk benar-benar merasakan ruang bersejarah tersebut. Sebuah pengalaman yang penting dan menubuh dalam mengonsumsi sebuah publikasi.

Kekuatan publikasi ini tidak hanya berhenti pada bentuk casing yang monumental. Kieron Lewis juga menghadirkan perhatian ekstrem terhadap detail buku. Sampulnya menggunakan material Silk Touch Nuba SIN9065 Matt Black yang memberi sensasi lembut, lalu dipadukan dengan foil emas Foilco 6220 Gold yang tampil subtil namun elegan di atas permukaan hitam pekat. Pilihan ini menciptakan kontras visual yang terasa mewah tanpa harus tampil berlebihan.

zoom-2

Masuk ke bagian dalam, keputusan untuk menggunakan rupa huruf Gotham dan Baskerville terasa sangat presisi. Gotham menghadirkan nuansa modern, tegas, dan urban – apa yang ada di kepala kita saat membicarakan sebuah kota – sementara Baskerville membawa ritme baca yang lebih klasik dan literer. 

Publikasi dan objek skulptural seberat tujuh kilogram berukuran 55 x 36 cm yang dicetak secara hand-cast ini telah mengambil peran sebagai artefak; arsip yang penting untuk turun dari satu generasi ke generasi lain. Seluruh proses produksi cetak ini ditangani oleh Print Love, UK, yang berhasil menerjemahkan kompleksitas desain ini menjadi objek fisik dengan tingkat presisi yang tinggi.

Lagos: The Making of an African Capital of Culture resmi diluncurkan pada 4 November 2025 lalu di MUSON Centre, Lagos, bertepatan dengan peringatan 65 tahun Kemerdekaan Nigeria (1 Oktober 1960). Buku ini diproduksi sangat terbatas, hanya sebanyak 65 kopi, dengan 50 kopi tersedia untuk publik sebagai bagian dari kampanye penggalangan dana Lagos Biennial. Seluruh hasil penjualan buku ini dialokasikan untuk pengembangan dan pembangunan rumah baru Lagos Biennial: Àkéte Collection – Museum of Modern and Contemporary Art, Lagos.

web-14
web-15
web-16
web-17
web-18
web-19

About the Author

Alessandra Langit

Alessandra Langit is a writer with diverse media experience. She loves exploring the quirks of girlhood through her visual art and reposting Kafka’s diary entries at night.

Let your work shine!

Your work takes center stage! Submit your final assignment here to be assessed by experts of the field.

Submit

Similar Articles

Get ahead of the game with GMK+

Keep your finger on the pulse of the art and design world through newsletters and exclusive content sent straight to your inbox.