SOLIPSISME DE DUPLICHATTE: Sebuah Perkenalan dengan Tubuh Ganda Nadine Hanisya

Desainer: Nadine Hanisya

Lingkup: Publikasi

Penerbit: Tiny Studio

Di tengah keramaian Sabtu sore di Press Print Party tahun ini, Nadine Hanisya dari Tiny Studio mengajak kami berkenalan dengan Duplichatte, sebuah boneka seukuran manusia yang punya bentuk serupa dengan Nadine, kreatornya. Rasa penasaran dengan sosok yang nangkring di atas lapak Tiny Studio membuat kami membuka halaman demi halaman dari buku SOLIPSISME DE DUPLICHATTE, sebuah catatan perjalanan Nadine dan “kembarannya” dalam menemukan diri–juga tempat mereka bisa sepenuhnya menjadi diri itu.

“I am not her. I am what she left behind. A bag of childhood memories, fossils of tenderness and fear intertwined, that she could not let go of.”

Nadine pernah bercerita bahwa Duplichatte merupakan proyek yang ia ciptakan saat masih menetap di Prancis. Dalam pengantar yang ditulis oleh Ula Zuhra, Duplichatte bisa dibilang merupakan proyeksi Nadine terhadap dirinya dan segala hal yang tidak mampu tubuhnya terima dan keluarkan. Duplichatte seakan hadir sebagai cermin, dan juga perisai, untuk Nadine dapat memahami apa yang dirinya rasakan–sebagaimana dalam sebuah bentuk yang konkret, segala rasa termasuk kesakitan dapat dilihat kemudian dipahami.

Walaupun berwujud, Duplichatte ini konsep yang begitu abstrak–aneh mungkin bagi banyak orang–dan seperti perjalanan penemuan diri pada umumnya, begitu berantakan. Semua nilai itu berhasil diterjemakan dalam desain buku SOLIPSISME DE DUPLICHATTE, sehingga kami, yang tadinya asing dengan eksistensi Duplichatte, dapat memahami ruang imaji Nadine yang dibangun untuk “kembarannya” tersebut. 

Saat pertama memegang SOLIPSISME DE DUPLICHATTE, dari sampulnya saja, kami sudah disambut oleh foto lentikular Nadine dan Duplichatte–dua sosok yang bergantian muncul dan lenyap, menegaskan keberadaan ganda yang menjadi inti dari proyek ini. Judul buku yang disematkan samar dan berupa tekstur, sehingga kami dipaksa untuk fokus pada foto lentikular dan pertanyaan: siapa sosok yang menyerupai Nadine? 

Melewati sampul, kami menemukan desain SOLIPSISME DE DUPLICHATTE seakan merefleksikan perjalanan seorang perempuan muda dalam mengenali dirinya; penuh kebingungan, tumpang tindih, dan pada saat yang sama, jujur serta apa adanya. Membuka tiap halamannya terasa seperti mengunjungi kamar seorang remaja perempuan; penuh tekstur, pola, dan tata letak yang tidak pernah sama. Tidak ada yang terasa stabil atau terprediksi, dan mungkin justru di situlah letak kekuatan artistiknya. 

Penataan elemen-elemen visualnya menggambarkan luapan emosi: kemarahan yang tiba-tiba, kesedihan yang lembut, serta pertumbuhan yang tidak disadari–begitu serupa dengan naik-turun emosi perempuan muda yang penuh dengan pertanyaan dan pertentangan. Mata kami diminta untuk memproses kehadiran elemen api di tengah-tengah arsip, kemudian berpindah ke halaman yang lebih biru, lembut, dan reflektif–persis seperti transisi emosi di masa remaja. Desain bagian “The Process” disusun dengan sangat mentah, menggunakan jenis kertas yang berbeda dari bagian buku lainnya—lebih kasar, seperti halaman jurnal pribadi yang tak dimaksudkan untuk dipamerkan. Di dalamnya, foto-foto arsip terasa seperti ruang refleksi Nadine sendiri; sebuah penutup yang jujur dan intim, tempat ia menatap kembali proses penciptaan dirinya lewat “kembarannya” itu.

Kami juga menyadari bahwa buku ini bukan untuk semua orang, baik dari segi konteks maupun desainnya. Bagi sebagian orang, mungkin perjalanan visual yang ditawarkan terasa membingungkan; mata diajak berpindah di antara begitu banyak tekstur, ritme, dan emosi yang tak beraturan. Tapi mungkin memang begitulah perjalanan yang dijalani Nadine bersama Duplichatte: membingungkan, tidak stabil, namun justru di sanalah Nadine bisa menangkap proses yang paling murni dari perjalanan menemukan diri.

Penting untuk kami ingatkan bahwa desain buku ini tidak bisa dinikmati sendiri–ia berdiri bersama karya seni lintas medium yang Nadine ciptakan sebagai akar-akar penopang perjalanan Duplichatte. Maka, ikutilah apa yang buku ini katakan: tonton videonya, baca syairnya, dan jangan lewatkan satu bingkai foto yang tercipta dari arahan artistik Nadine sendiri. Setelahnya, kamu akan menyadari bahwa Duplichatte adalah sosok yang kompleks, lahir dari gejolak emosi yang lebih kompleks lagi. Kemudian, kamu akan memahami mengapa desain buku SOLIPSISME DE DUPLICHATTE begitu kompleks.

web-13
web-14
web-15
web-16-(1)
web-17-(1)
web-18-(1)

SOLIPSISME DE DUPLICHATTE

by Nadine Hanisya

B
  • An intimate, chaotic, and deeply personal exploration of identity, where design becomes both a mirror and a map of self-discovery.

About the Author

Alessandra Langit

Alessandra Langit is a writer with diverse media experience. She loves exploring the quirks of girlhood through her visual art and reposting Kafka’s diary entries at night.

Let your work shine!

Your work takes center stage! Submit your final assignment here to be assessed by experts of the field.

Submit

Similar Articles

Get ahead of the game with GMK+

Keep your finger on the pulse of the art and design world through newsletters and exclusive content sent straight to your inbox.