Cantik Manis dan Memori Jajanan Pasar

Designer: Tiny Studio

Scope: Publication

Publisher: Spoons and Tiny Studio

Setelah “kenyang” dengan Pedas yang berani dan lantang, kini Spoons dan Tiny Studio membawa pembaca ke hidangan penutup – manis dan lembut tanpa mengurangi sisi bermain dari keduanya. Cantik Manis adalah publikasi kedua dari seri Rahel Stephanie bersama Tiny Studio yang digawangi Ratta Bill (Design Director) dan Nadine Hanisya (Art Director) yang menawarkan cerita yang begitu personal (dan tentu saja resep) soal jajanan pasar – serangkaian kudapan manis yang biasa kita temui di hajatan atau Pasar Kue Subuh. 

“What began with a simple pleasure for the eyes soon turned into a craving for its taste.”

Ketika kita berbicara soal jajanan pasar sebagai orang Indonesia atau yang tumbuh di Indonesia, ada begitu banyak memori yang datang mengunjungi kita. Di masa kecil, kudapan ini adalah incaran di setiap perayaan atau perjalanan – tekstur yang lembut dan hangat, bentuk dan warna yang cantik dan vivid, rasa yang manis. Lewat pandangan mata, jajanan pasar tidak hanya makanan, tetapi juga visual treats. Seiring bertumbuh dewasa, mungkin kita lupa seberapa cantik (dan manisnya) jajanan pasar, dan buku ini memantik kembali memori itu – saat kita benar-benar bisa bermain dengan cara kita melihat hal.

Saat Cantik Manis tiba di hadapan kami, ada kekaguman terhadap bagaimana buku ini dikemas; sampul yang menyerupai alas kue yang biasa ditemui di hajatan membungkus buku yang serupa dengan kue lapis hingga ke lapisannya. Tanpa dicicipi pun, kami dapat merasakan manisnya, dan semut-semut di halaman pertama pun setuju. Ada beberapa jenis jajanan pasar yang menjadi pembahasan Rahel Stephanie di buku ini: Cantik Manis, Nagasari, Bolu Kojo, Klepon, Kue Lapis, dan banyak lagi. Jika berbicara soal teks, setiap jajanan pasar diceritakan dengan bentuk catatan memori yang dekat dan membekas. Pembaca tidak hanya “disuapi” informasi dan resep soal makanannya, tetapi juga digandeng untuk ikut merasakan koneksi Rahel Stephanie dengan setiap kue manis ini. Akhirnya, ada kerinduan personal tersendiri yang muncul akan masa kecil atau rumah, saat jajanan pasar muncul di meja makan dan menandakan kehangatan. Jika pedas adalah sisi Rachel Stephanie yang bold dan powerful, ini adalah sisi lembutnya, tanpa mengurangi kekuatannya sebagai perempuan Indonesia – karena pun pada dasarnya, perempuan bisa menjadi keduanya. 

Dan arahan desain serta artistik dari buku ini mampu menerjemahkan teks tersebut dengan cantik dan manis secara konsisten. 

Cara Tiny Studio bermain-main dengan elemen desain memang tidak diragukan lagi. Tidak ada tata letak yang “main aman” karena setiap halaman seakan menerjemahkan rasa manis itu sendiri. Mengambil color palette dari warna-warna jajanan pasar juga keputusan artistik yang apik: begitu memantik memori, feminin, cantik – tanpa kehilangan sisi berani, terutama ketika disatukan menjadi gradasi. Hingga halaman terakhir, warna-warna ini hadir secara konsisten, melengkapi satu sama lain. Elemen grafis yang muncul di setiap lembarnya mendorong pembaca, terutama yang sudah familiar dengan studio desain ini, untuk berkata “Oh, ini Tiny banget, sih”, tapi saat kekhasan tersebut menyatu dengan elemen desain yang lain, keseluruhan halaman bukan milik mereka, tetapi setiap jajanan pasar yang sedang dibahas. 

Sejak Pedas, Tiny Studio mampu menangkap setiap hidangan dari sisi yang berbeda lewat treatment fotografi mereka. Kali ini, di Cantik Manis, setiap jajanan pasar dipotret secara editorial dengan permainan pernak-pernik yang menambah kecantikannya. Nadine dan Ratta juga sangat mengeksplorasi warna dan bentuk jajanan pasar – bagaimana mutiara bening dan agar-agar ungu dan biru mampu melengkapi adonan pink nagasari atau bagaimana klepon bisa menyerupai susunan batu permata hijau yang lantang dengan latar lilac yang lembut. 

Begitu cantik, begitu manis. 

Sekali lagi, publikasi Spoons dan Tiny Studio mampu menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda. Cantik Manis adalah nostalgia dalam genggaman dan kudapan manis tanpa kedaluwarsa yang harus ada di meja dapur kita semua.

web-14
web-15
web-16
web-17
web-18
web-19

Cantik Manis

A
  • Every layer of the book, from its packaging and color palette to its photography and layout, feels thoughtfully crafted, creating an immersive reading experience that is as delightful as the treats it documents.

About the Author

Alessandra Langit

Alessandra Langit is a writer with diverse media experience. She loves exploring the quirks of girlhood through her visual art and reposting Kafka’s diary entries at night.

Let your work shine!

Your work takes center stage! Submit your final assignment here to be assessed by experts of the field.

Submit

Similar Articles

Get ahead of the game with GMK+

Keep your finger on the pulse of the art and design world through newsletters and exclusive content sent straight to your inbox.