Warisan Visual Musik Jamaika dalam “Jamaican Records Label Archive”
Desainer: Satu Collective
Lingkup: Publikasi
Penerbit: KAMENGSKI Press
Ketika buku Jamaican Records Label Archive tiba di meja kami, ada jeda waktu yang kami ambil hanya untuk memandangi sampulnya – bagaimana ada “piringan hitam” yang bisa benar-benar berfungsi dan visualnya dirancang dengan begitu eksploratif. Ternyata sampul buku ini memang menampilkan zoetrope mat; sebuah penghormatan terhadap gerakan berputar piringan hitam. Di waktu yang bersamaan, kami bisa melihat bagaimana label musik Jamaika direpresentasikan dengan apik lewat elemen grafis, warna, tata letak – benar-benar pengalaman visual yang baru dan “hidup”
Jamaican Records Label Archive sendiri merupakan buku referensi visual yang mendokumentasikan label-label rekaman yang membentuk perjalanan musik Jamaika sejak dekade 1950-an. Diinisiasi oleh Said & His Project, dirancang oleh Satu Collective, dan diterbitkan oleh KAMENGSKI Press, buku ini menghimpun arsip visual yang ditemukan dari rilisan piringan hitam dan berbagai media fisik musik Jamaika.
Jamaika, pulau kecil di kawasan Karibia, memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan musik dunia, baik secara sosial, budaya, maupun kreatif. Pengaruh tersebut dapat ditemukan dalam berbagai genre seperti UK reggae, lovers rock, dubstep, jungle, garage, grime, house, techno, hingga musik pesta breakbeat. Budaya sound system, tradisi toasting (gaya bertutur ritmis seorang MC di atas riddim) yang selama ini menjadi fondasi rap dan hip-hop, serta budaya remix, juga berakar dari perkembangan musik Jamaika.
Lanskap musik masa kini tanpa pengaruh musik Jamaika akan terasa seperti makanan tanpa garam – hambar. Lewat buku ini, kita sebagai pembaca diajak mengenal warisan budaya musik Jamaika melalui pendekatan visual sekaligus mendapatkan pengantar singkat mengenai sejarahnya. Lahir dari semangat kemerdekaan dan perlawanan, musik Jamaika dibangun oleh komunitas-komunitas yang termarjinalkan sebagai medium untuk menyuarakan identitas dan keadilan sosial.
Jamaican Records Label Archive membentang dalam 148 halaman yang dirancang secara cermat. Buku ini juga mengambil peran sebagai dokumen budaya sekaligus pengantar visual terhadap salah satu akar paling berpengaruh dalam sejarah musik global. Pembaca dapat melihat bagaimana publikasi ini disusun agar warisan musik Jamaika dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas. Setiap label rekaman diurutkan secara kronologis berdasarkan perkembangan berbagai genre musik Jamaika, lengkap dengan konteks sosial dan sejarah yang melatarbelakanginya. Seluruh arsip tersebut memperlihatkan bagaimana musik Jamaika membentuk budaya global melalui budaya sound system, migrasi, dan inovasi musikal.
Dirancang dengan mempertimbangkan pengalaman para kolektor, buku ini dikemas dalam sebuah box set khusus dengan lubang die-cut yang Di bagian dalam, halaman pembuka berlapis dapat dibuka menjadi pop-up spread yang memuat kata pengantar serta informasi kontekstual. Tata letak isi buku memadukan ilustrasi editorial yang ekspresif dengan arsip visual label-label rekaman secara harmonis.
Jamaican Records Label Archive kini tersedia untuk pembelian internasional melalui situs Said & His Project, serta dapat dipesan di Indonesia melalui platform daring KAMENGSKI.