Ketika Desain Menjadi Cara Indonesia Bercerita

Desainer: Nusaé 

Lingkup: Identitas Visual

Klien: MASA

Saat sebuah negara hadir di panggung internasional, caranya menyusun narasi, membangun pengalaman, hingga mengomunikasikan identitasnya menjadi aspek yang sama pentingnya dengan produk atau jasa yang ditampilkan. Di titik inilah desain grafis mengambil peran yang menentukan bagaimana sebuah cerita bisa dipahami. Pendekatan tersebutlah yang menjadi landasan kolaborasi studio desain asal Bandung, Nusaé, dalam pengembangan identitas visual MASA Curated Market, salah satu program utama dari inisiatif MASA yang berlangsung pada 2–5 Juli 2026 di Takashimaya Shopping Centre, Singapura. Selain memperkuat arahan identitas visual, Nusaé juga mengembangkan environ mental graphic design, sistem signage, dan wayfinding yang membentuk keseluruhan pengalaman pengunjung selama acara berlangsung

MASA sendiri merupakan sebuah inisiatif yang memperkenalkan Indonesia melalui perpaduan kreativitas, budaya, dan kolaborasi lintas disiplin. Program ini hadir dalam dua rangkaian utama, yakni MASA Curated Market serta MASA Arts & Culture yang berlangsung di Gardens by the Bay sebagai bagian dari Orchid Extravaganza dari 4 Juli hingga 10 Agustus 2026. Kudu program tersebut menghadirkan potret Indonesia yang berakar pada kekayaan budaya sekaligus bergerak ke arah praktik kreatif yang lebih kontemporer.

Dalam proyek ini, Nusaé bekerja sama dengan sejumlah partner komunitas: MAIKA, Tale X, Zigzag, dan Museum of Toys. Kolaborasi tersebut menghasilkan sebuah sistem identitas visual yang diterapkan secara konsisten di berbagai medium, mulai dari platform digital hingga elemen-elemen fisik di ruang pamer. Alih-alih diposisikan sebagai elemen pendukung, seluruh perangkat desain tersebut dirancang sebagai satu bahasa yang menghubungkan identitas, informasi, dan pengalaman pengunjung secara utuh.

Pendekatan ini berangkat dari gagasan bahwa desain dapat membangun cara seseorang membaca dan mengalami sebuah ruang. Melalui environmental graphic design, desain menjadi narasi yang membimbing pengunjung memahami keseluruhan identitas MASA.

Secara visual, Nusaé berhasil menginterpretasikan nilai-nilai Indonesia melalui pendekatan yang kontemporer dan relevan. Dengan semangat gotong royong sebagai fondasi identitas MASA, sistem identitas visual dikembangkan menggunakan tipografi organik, bentuk-bentuk geometris modular, dan elemen-elemen yang saling terhubung sebagai representasi keberagaman bangsa Indonesia. Konsep ini diwujudkan secara konsisten pada setiap aspek visual sehingga membentuk pengalaman ruang yang terpadu. 

"Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, tetapi bagi kami budaya tidak berhenti pada simbol atau ornamen. Yang ingin kami hadirkan melalui MASA adalah cara berpikir, cara berkarya, dan semangat gotong royong yang menjadi fondasi masyarakat Indonesia. Melalui desain komunikasi visual, kami ingin membangun pengalaman yang membuat publik internasional tidak hanya melihat Indonesia, tetapi juga memahami cerita dan nilai yang hidup di dalamnya," ujar Andi Rahmat, Founder dan Principal Designer Nusaé.

Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan yang selama ini menjadi karakter praktik Nusaé. Bagi studio ini, keberhasilan sebuah sistem desain dinilai dari kemampuannya membangun hubungan antara informasi, ruang, dan pengalaman pengguna. Kontribusi Nusaé dalam proyek ini pun menunjukkan bagaimana desain komunikasi visual dapat berfungsi sebagai medium diplomasi budaya yang bekerja secara halus. Melalui identitas visual yang konsisten, environmental graphic design, serta sistem informasi yang terintegrasi, pengalaman pengunjung tidak hanya diarahkan untuk mengenal berbagai produk kreatif Indonesia, tapi juga untuk memahami nilai-nilai yang melandasi praktik kreatif tersebut.

Di tengah semakin banyaknya platform internasional yang menjadi ruang pertemuan berbagai negara dan industri kreatif, proyek seperti MASA memperlihatkan bahwa representasi sebuah bangsa tidak lagi hanya bergantung pada apa yang dipamerkan, melainkan juga pada bagaimana pengalaman tersebut dirancang.

Team Credit: 
Led by @museumoftoys

Organized by @zigzag.indonesia

Spatial Design by @algatechnusantara

Visual Identity System, Environmental Graphic Design, Signage & Wayfinding by @nusae

Motion by @maikacollective

PR & Publication by @talex.asia

web-16
web-17
web-18
web-19
web-20
web-21

MASA's Visual Identity

A

Our Editor in Chief (Rege Indrastudianto) gave this project an A for the strength of its collaborative approach and how effectively the work was carried through into the final experience. The collaboration between Nusaé and its partners feels thoughtful and cohesive, with the visual identity, environmental graphics, signage, wayfinding, and motion graphics working seamlessly together

About the Author

Alessandra Langit

Alessandra Langit is a writer with diverse media experience. She loves exploring the quirks of girlhood through her visual art and reposting Kafka’s diary entries at night.

Let your work shine!

Submit your best project here to be reviewed and published by us.

Submit

Similar Articles

Connect with us!

Subscribe to our newsletter for the latest updates, exclusive content, and creative insights—delivered straight to your inbox!