Segera Hadir Kembali, Press Print Party Membawa Tema “Codex” sebagai Refleksi atas Keberlanjutan Penerbitan

Press Print Party (PPP) kembali hadir untuk edisi ketiganya! Pameran buku seni yang diinisiasi oleh Yayasan Pustaka Seni Indonesia (YSPI) ini akan digelar pada 6–8 November 2026 di The Brickhall Fatmawati, Jakarta, dan dibuka pukul 11.00–21.00 WIB pada Sabtu dan Minggu, serta pukul 14.00–21.00 WIB pada Jumat.

Tahun ini, PPP mengangkat tema “Codex” – istilah yang merujuk pada format buku berjilid yang menjadi fondasi bagi bentuk buku yang kita kenal saat ini. Format ini menyatukan halaman-halaman dalam satu objek, berbeda dengan gulungan yang sebelumnya digunakan untuk menyajikan pengetahuan. Dengan menghimpun, menata, dan melestarikan pengetahuan, codex menjadi medium yang memungkinkan gagasan dan catatan bertahan melampaui masa hidup orang-orang yang pertama kali menyimpannya.

Penerbitan independen juga memiliki bentuk pengetahuannya sendiri. Pengetahuan ini beredar melalui pertemuan antara penulis, pencetak, penerbit, dan pembaca, serta diwariskan dari satu orang ke orang lain melalui praktik yang berlangsung selama bertahun-tahun. Mulai dari cara terus memproduksi karya di tengah keterbatasan sumber daya, mempertahankan praktik di masa-masa sulit, hingga menjaga keberlangsungan penerbitan selama bertahun-tahun, bukan sekadar dalam hitungan musim. Sebagian besar pengetahuan ini tumbuh dari pengalaman dan dibagikan secara informal di dalam ekosistem penerbitan independen.

Dalam PPP 2026, “Codex” menjadi titik berangkat untuk merefleksikan pengetahuan kolektif dan praktik yang memungkinkan penerbitan independen terus bertahan sekaligus berkembang. Gagasan ini diwujudkan melalui PPPublish, sebuah inisiatif baru yang menghimpun dan mendokumentasikan pengetahuan seputar praktik cetak, pers, dan penerbitan. Inisiatif ini mengundang seniman, desainer, pencetak, penerbit, serta praktisi lainnya untuk berbagi pengalaman, metode, dan wawasan mereka dengan komunitas kreatif yang lebih luas.

Program Country Focus: Australia menitikberatkan pada penguatan hubungan antara Indonesia dan Australia melalui penerbitan independen dan budaya cetak. Program ini menghadirkan enam penerbit dan praktisi asal Australia melalui stan pameran, presentasi buku, dan diskusi, sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara komunitas penerbitan kedua negara.

PPP 2026 mempertemukan 98 peserta pameran, yang terdiri atas 68 peserta dari Indonesia dan 30 peserta internasional, termasuk enam partisipan yang hadir melalui program Country Focus. Para peserta mewakili beragam praktik penerbitan, mulai dari penerbit independen, kolektif, penulis, seniman, hingga para kreator dari Indonesia dan berbagai negara lainnya.

Selain pameran buku seni, PPP 2026 juga menghadirkan serangkaian diskusi, lokakarya, presentasi buku, dan program lainnya yang memperluas percakapan seputar penerbitan, budaya cetak, serta gagasan di balik tema “Codex”.

Tiket Press Print Party 2026 dapat dibeli setiap hari langsung di lokasi acara, dan kita semua diundang untuk menikmati tiga hari yang diisi dengan buku, karya cetak, diskusi, dan berbagai pertemuan lainnya.

About the Author

Alessandra Langit

Alessandra Langit is a writer with diverse media experience. She loves exploring the quirks of girlhood through her visual art and reposting Kafka’s diary entries at night.