SAFF & Co. dan Nindita Kirana Menerjemahkan Sisterhood Lewat Hummingbird dalam Kolaborasi Visual


SAFF & Co. mengajak kita melihat sisterhood lewat ALENCINE dan MECHLINE, dua extrait de parfum terbaru yang hadir melalui kolaborasi dengan ilustrator Nindita Kirana. Koleksi ini mengeksplorasi tema feminitas dan sisterhood dengan mengangkat representasi dua karakter perempuan dengan kepribadian berbeda yang mewakili perempuan modern masa kini.

ALENCINE menggambarkan sosok berkarisma kuat, bold, dan percaya diri untuk tampil unik. MECHLINE menjadi penyeimbangnya dengan karakter yang lembut dan romantis. Nama keduanya diambil dari renda tradisional Eropa. ALENCINE berasal dari “Alençon”, renda Prancis yang dibuat dengan teknik needle lace, berpola terstruktur, detailnya presisi, dan karakternya tegas. MECHLINE terinspirasi dari “Mechlin”, renda Belgia yang dibuat dengan teknik bobbin dan menghasilkan pola yang lebih ringan dan lembut.

Gagasan tersebut diterjemahkan Nindita ke dalam ilustrasi hummingbird yang menghiasi kedua kemasan parfum. Kotak kemasan ALENCINE dan MECHLINE hadir dengan sampul depan bergambar hummingbird. Ketika sampul itu dibuka, burung tersebut bertransformasi menjadi figur perempuan dengan gestur, ekspresi, dan karakternya masing-masing. Bagian transisi inilah yang paling disukai Nindita Kirana, ilustrator yang merancang kedua kemasan extrait de parfum terbaru SAFF & Co. tersebut. 

“Aku suka bagian transisi ketika front cover bergambar hummingbird dibuka, karena kita diajak membayangkan bagaimana sosok hummingbird tersebut bertransformasi menjadi figur perempuan,” kata Nindita.

Zoom-1


Hummingbird itu muncul dari proses yang panjang. Kolaborasi ini berawal dari keinginan SAFF & Co. membawa cerita kedua parfum ke pengalaman yang lebih luas dari sekadar aroma. “Kolaborasi ini berangkat dari keinginan kami untuk menerjemahkan cerita ALENCINE dan MECHLINE ke dalam pengalaman yang lebih luas, tidak hanya melalui aroma, tetapi juga lewat elemen visual,” tutur pihak SAFF & Co.

Untuk aromanya, SAFF & Co. bekerja sama dengan Shyamala Maisondieu, Global Master Perfumer yang berpengalaman menciptakan aroma untuk berbagai jenama internasional, baik designer maupun niche fragrance. ALENCINE dibuka dengan cypress dan daun pinus yang dipadukan baie rose (pink pepper). Bagian tengahnya berisi jasmine sambac, mawar pompon, dan magnolia, lalu ditutup mousseline, georgywood, dan mystikal yang terasa hangat dan earthy. MECHLINE dibuka dengan monarda dan pompelmo (grapefruit). Daun violet bertemu watery lotus, rose de mai, dan lily of the valley di bagian tengah, dan penutupnya adalah duchess violet, cedarwood, dan musk voile yang hangat dan lembut.

Botol signature SAFF & Co. pada koleksi ini dibalut aksen glitter. Kotak kemasannya digarap bersama Nindita, yang dikenal dengan gaya gambar tangan, garis-garis lepas yang ekspresif, dan pendekatan playful serta whimsical.

Nindita mengaku langsung tertarik begitu membaca cerita dan riset di balik koleksi ini. “Menurutku, konsepnya cukup detail dan kedua scent ini membawa nuansa femininity, sisterhood, dan the power of creations yang relatable dengan cerita serta value yang selalu aku coba tuangkan ke dalam gambar-gambarku,” ujarnya. Ia juga melihat ruang eksplorasi visual yang luas. Kedua parfum punya karakter berbeda, tetapi sama-sama memiliki sisi feminin dan playful yang bisa ia tafsirkan lewat gayanya. Penggunaan dua shade pink pada koleksi ini pun terasa dekat dengan caranya memakai warna tersebut. “Aku menggunakan warna pink sebagai bentuk ekspresi dalam karya-karyaku,” katanya.

Dari sisi brand, SAFF & Co. menyebut bahwa setelah arah produk jelas, mereka menemukan sosok seniman yang pendekatan visualnya sejalan. Menurut mereka, hal dasar itu membuat penyatuan identitas brand dan karakter personal Nindita tidak sulit. Mereka menyebut tahu betul bahwa seniman yang dipilih punya pendekatan kreatif yang selaras dengan koleksi. Pengalaman ikut membentuk cara kerja ini, sebab setiap kemasan koleksi SAFF & Co. lahir dari kerja sama dengan seorang seniman. “Masing-masing project yang kami jalankan memberikan pelajaran tentang bagaimana menjalin kolaborasi yang baik dengan seniman yang memiliki ciri khas tersendiri, namun juga tetap sesuai dengan arahan produk dan brand,” kata SAFF & Co.

Zoom-2


Ketika ditanya soal titik awal menerjemahkan dua parfum ke dalam ilustrasi, Nindita memulai dari cerita. Ia mencoba membangun fondasi agar dua karakter berbeda ini tidak saling mendominasi. “Aku coba membangun fondasi cerita supaya dua karakter yang berbeda ini nggak saling overpower, tapi justru bisa saling memberikan ruang untuk jadi diri sendiri,” jelasnya. Gagasan itu ia terjemahkan lewat simbol hummingbird yang halus dan anggun, ditambah elemen yang merepresentasikan persona dan dunia masing-masing karakter.

Pendekatan ini sejalan dengan cara SAFF & Co. memandang proses kerjanya. Mereka ingin cerita dan karakter ALENCINE serta MECHLINE tetap kuat, sambil memberi ruang bagi Nindita menerjemahkannya dari perspektif artistiknya sendiri. Perubahan konsep yang drastis tidak menjadi persoalan utama. Tantangannya ada pada memilih. Diskusi panjang menghasilkan banyak ide yang semuanya berpotensi dikembangkan, dan brand harus mengkurasinya. “SAFF & Co. sebagai brand mempertimbangkan beberapa hal yang terbaik dan sesuai untuk konsumen SAFF & Co. dan orang-orang yang mencintai karya Nindita Kirana,” kata mereka.

Seiring elemen visual makin jelas, kedua pihak melihat karya ini bisa melangkah lebih jauh. Muncul diskusi kreatif untuk menurunkan elemen visual Nindita menjadi merchandise yang sesuai dengan audiens SAFF & Co. Hasil kurasi itu berupa T-shirt, bandana lace cap, enamel pin, dan beberapa produk lain. Menurut SAFF & Co., langkah ini memperkaya pengalaman audiens dalam mengenal dunia ALENCINE dan MECHLINE.

2
4
3
1
5
6
About the Author

Dhanurendra Pandji

Dhanurendra Pandji is an artist and art laborer based in Jakarta. He spends his free time doing photography, exploring historical contents on YouTube, and looking for odd objects at flea markets.