Yang Muda Yang Berbudaya: Identitas Visual Awan Cerah 2026 oleh NUSAÉ


Bagi kebanyakan orang, budaya sering dipahami sebagai warisan yang harus dijaga, sesuatu yang sudah bentuknya sudah selesai. NUSAÉ, studio desain yang berbasis di Bandung, melihatnya dengan cara berbeda. Bagi mereka, budaya adalah sesuatu yang terus bergerak, tumbuh, dan menemukan bentuk baru lewat generasi yang menghidupkannya.

Cara pandang itu menjadi titik berangkat ketika NUSAÉ dipercaya sebagai Brand & Graphic Design Consultant sekaligus Exhibition Graphics Consultant untuk Awan Cerah 2026, sebuah lomba dan pameran fotografi anak dan remaja yang mengangkat tema "Yang Muda Yang Berbudaya." Alih-alih sekadar merancang identitas visual untuk sebuah acara, NUSAÉ melihat Awan Cerah sebagai kesempatan untuk menerjemahkan hubungan antara generasi muda dan budaya Indonesia jadi narasi visual yang dekat dan hangat dengan keseharian mereka.

"Kami percaya budaya bukan sesuatu yang statis. Ia terus hidup melalui cara generasi baru memahami, merawat, dan mengekspresikannya. Melalui Awan Cerah, kami ingin menghadirkan identitas visual yang tidak hanya merepresentasikan budaya sebagai warisan, tetapi juga sebagai sesuatu yang terus tumbuh, berkembang, dan menemukan makna baru bersama generasi muda," kata Andi Rahmat, Founder & Principal Designer NUSAÉ.

Untuk edisi tahun ini, NUSAÉ mengembangkan konsep visual bertajuk "Merangkai dan Merawat Budaya." Konsep ini bertolak dari keyakinan bahwa budaya tidak hadir sebagai sesuatu yang utuh dan selesai. Budaya tersusun dari berbagai unsur yang terus dirawat, diwariskan, dan dihidupkan kembali dari generasi ke generasi.

Untuk mewujudkan pengalaman pameran yang selaras dengan narasi visual tersebut, penyelenggara menggandeng andramatin, salah satu arsitek terkemuka Indonesia, untuk merancang tata ruang pameran. Kolaborasi antara desain ruang oleh andramatin dan identitas visual dari NUSAÉ menghadirkan pengalaman pameran yang menyeluruh, tempat narasi, ruang, dan karya saling memperkuat.

zoom


Gagasan ini diwujudkan lewat pengembangan sistem identitas visual yang mencakup logo, environmental graphic design, exhibition graphics, merchandise, sampai kampanye media sosial. NUSAÉ juga melanjutkan karakter visual Awan Cerah yang sudah dikenal sebelumnya lewat empat karakter ilustrasi anak yang ekspresif, aktif, dan penuh rasa ingin tahu.

Salah satu elemen utama identitas tahun ini adalah eksplorasi tipografi "Awan Cerah" yang disusun jadi berbagai bentuk terinspirasi objek budaya Indonesia. Huruf-huruf itu menjadi bagian dari cerita visual yang terus dirangkai lewat gestur bermain, bergotong royong, menyusun, dan merawat. Karakter-karakter ini merepresentasikan bagaimana generasi muda berinteraksi dengan budaya dalam keseharian, sebagai bagian dari pengalaman hidup yang terus berkembang dan menemukan makna baru dari waktu ke waktu.

Awan Cerah sendiri merupakan program yang diinisiasi oleh AWAN, singkatan dari Asuh Watak Asah Nalar, komunitas yang punya visi membentuk generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berakhlak lewat pengasuhan watak dan pengasahan nalar. Tahun ini, Awan Cerah menghadirkan Lomba dan Pameran Fotografi Anak & Remaja 2026 yang berlangsung sejak 7 Maret sampai 15 Juni 2026. Program ini mengajak anak dan remaja Indonesia melihat kembali kekayaan seni dan budaya di sekitar mereka lewat medium fotografi. Pamerannya sendiri berlangsung pada 3 Juli sampai 2 Agustus 2026.

Lewat karya foto, peserta diajak mengabadikan berbagai bentuk budaya yang hadir dalam keseharian, mulai dari seni pertunjukan, tradisi, permainan tradisional, kuliner khas daerah, sampai kebiasaan dan nilai yang hidup di tengah masyarakat. Setiap karya diharapkan jadi ruang bercerita tentang hubungan personal peserta dengan budaya Indonesia. Cara ini dipilih untuk menunjukkan bahwa budaya juga terus hidup lewat pengalaman, perspektif, dan kreativitas generasi muda.

Dewan juri Awan Cerah 2026 berasal dari berbagai disiplin ilmu dan praktik kreatif, di antaranya Davy Linggar, Beawiharta, Peni Candra Rini, Jay Subiakto, Yori Antar, Didit Hediprasetyo, Winda Malika Siregar, Janna Joesoef, Stella Christie, dan Angga Raka Prabowo.

Lewat kolaborasi antara AWAN dan NUSAÉ, Awan Cerah 2026 diharapkan menjadi ruang bagi anak dan remaja Indonesia untuk mengenal, memahami, dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan budaya bangsa lewat cara yang kreatif, personal, dan relevan dengan zamannya.

web-17
web-14
web-19
web-18
web-15
web-16
web-21
web-20
web-22
About the Author

Dhanurendra Pandji

Dhanurendra Pandji is an artist and art laborer based in Jakarta. He spends his free time doing photography, exploring historical contents on YouTube, and looking for odd objects at flea markets.