Identitas Visual Baru “Konstelasi” Guggenheim oleh Pentagram
Museum Solomon R. Guggenheim, yang juga dikenal dengan nama ‘The Guggenheim’, adalah institusi seni dan budaya yang terkenal. Museum seni ini pertama kali didirikan pada tahun 1939 oleh Solomon R. Guggenheim Foundation dan kini telah berkembang dengan sejumlah lokasi di luar Kota New York, termasuk Peggy Guggenheim Collection di Venesia dan Guggenheim Bilbao di Spanyol. Pada November lalu, mereka meluncurkan identitas visual baru yang dirancang oleh mitra Pentagram, Harry Pierce, dengan Jane Wentworth dari Jane Wentworth Associates yang memimpin strategi tersebut bekerja sama dengan tim internal Guggenheim, dalam antisipasi untuk pembukaan lokasi baru museum di Abu Dhabi akhir tahun ini. Sistem identitas baru ini mencakup logo baru dan typeface yang bersifat open-source, Guggenheim Sans, untuk lebih mewakili “konstelasi museum” ini.
Dalam pernyataan pers, Mariët Westermann, Direktur dan CEO Solomon R. Guggenheim Museum dan Foundation, menyatakan, “Saya sangat senang memperkenalkan babak baru dalam cerita visual kami, yang menangkap esensi siapa kami—empat museum di empat kota besar di tiga benua, masing-masing di rumah arsitektur yang khas di mana siapapun dapat bertemu dan belajar dengan karya-karya luar biasa seni modern dan kontemporer. Bersama-sama, kami membentuk konstelasi global yang bersatu dalam menciptakan dan berbagi pengalaman transformatif tentang seni dan arsitektur. Identitas yang diperbarui, elegan, dan dinamis ini mengungkapkan visi bersama kami sambil menghormati semangat unik masing-masing museum Guggenheim.”
Guggenheim tidak memiliki sistem desain grafis resmi hingga tahun 1982, di mana identitas visual pertama kali diciptakan oleh desainer Italia, Massimo Vignelli. Iterasi terakhir dari identitas visual Guggenheim dirancang oleh sesama mitra Pentagram, Abbot Miller, pada tahun 2013. Iterasi terbaru ini oleh Harry Pierce melibatkan sistem identitas "satu tingkat” yang dapat diterapkan secara mulus, tidak hanya di empat lokasi tetapi juga di seluruh kegiatan dan program museum. Seperti yang dijelaskan di situs web resmi Pentagram, identitas baru ini berpusat pada ide ‘satu merek, satu konstelasi, satu visi dan banyak pengalaman’. Nada suara dan bahasa yang digunakan di seluruh elemen ini (yang dirancang dan ditulis oleh tim Brand Narrative Pentagram) menjelaskan mengapa seni itu penting dan mengkomunikasikan bahwa Guggenheim adalah museum untuk semua orang.
Logomark baru ini menjadi pusat dari identitas baru. Bentuk ‘G’ mengacu pada geometris warisan yang berakar pada sejarah museum namun berkembang untuk audiens global. Berbicara dengan Fast Company, Harry Pierce menjelaskan, “Huruf ‘G’ mengumpulkan konstelasi museum dan seni mereka ke dalam satu identitas.” ‘G’ menggambarkan konstelasi Guggenheim—menyatukan entitas-entitasnya untuk menyampaikan pesan semangat yang terpadu—menandakan bagaimana empat lokasinya beroperasi sebagai satu kesatuan. Logomark ini adalah sesuatu yang dapat berubah dan berkembang, dengan serangkaian iterasi bebas yang memberikan kesan ekspresif pada bahasa visual museum. Melengkapi identitas visual museum ini, gambar bergerak juga memegang peranan penting untuk menciptakan kesan kohesif dalam bentuk animasi Guggenheim yang terhubung dengan strategi brand museum; “Kami memperbesar kekuatan imajinasi.” Set ikon khusus juga dihadirkan juga memperkuat kesan berani dan mempertegas bentuk geometris dari logomark ini.
Bagian penting lainnya dari identitas ini adalah Guggenheim Sans yang baru, sebuah adaptasi dari tipe huruf bersifat open-source Inter oleh Rasmus Andesson. Dua versi tipe huruf yang dirancang adalah Guggenheim Sans dan Guggenheim Sans Display. Tersedia juga versi tipe huruf dalam bahasa Arab yang dibuat oleh Debakir dan TBD Studios. Tipe huruf sekunder dari identitas visual ini adalah tipe huruf bersifat open-source Playfair oleh Claus Eggers Sørensen yang memberikan kontras pada Guggenheim Sans.
Dalam pernyataan pers yang sama, Tina Vaz, Wakil Direktur, Chief Brand and Communications Officer Solomon R. Guggenheim Museum dan Foundation menjelaskan, “Dalam mengembangkan identitas visual baru ini, kami berusaha untuk menciptakan sistem yang dinamis dan saling terhubung seperti museum-museum kami itu sendiri. Keputusan untuk membuat Guggenheim Sans tersedia sebagai tipe huruf bersifat open-source, lengkap dengan set karakter Arab, mencerminkan komitmen kami terhadap aksesibilitas dan dialog budaya. Ini lebih dari sekadar tipe huruf – ini adalah alat untuk ekspresi kreatif yang kami bagikan dengan dunia, mengundang orang lain untuk menjadi bagian dari cerita Guggenheim.”
Identitas baru ini menandakan era baru bagi Guggenheim sembari tetap menghormati warisannya yang terkenal. Tertanam dalam warisan museum, dalam visi untuk masa depan yang berkembang, identitas baru ini menyatukan konstelasi Guggenheim, memungkinkan setiap lokasi bersinar dalam kesatuan visual yang utuh. Seperti yang dikatakan tim Pentagram, “Kehadirannya yang baru yang terpadu dan mudah diakses mengingatkan kita bahwa Guggenheim benar-benar ‘museum untuk dunia’.”
Sumber Gambar: pentagram.com