Poise & Disarray: Chickenfart soal Kekacauan Batin

GalileOasis Gallery dengan bangga mempersembahkan Poise & Disarray (阴阳调和), pameran tunggal perdana seniman visual asal Tiongkok, Chickenfart (鸡屁), yang berlangsung dari 17 Oktober hingga 16 November 2026. Pameran ini akan dibuka melalui acara pembukaan pada 17 Oktober 2026, pukul 16.00 hingga 19.00.

Terinspirasi dari filosofi kuno Yin-Yang, Poise & Disarray mengkaji pertemuan keteraturan sosial dan kekacauan batin. Dalam seri lukisan banner tekstil terbarunya, "Poise" merepresentasikan norma sosial, rasionalitas, dan ketenangan yang tampak dari luar, sementara "Disarray" menggambarkan dorongan, kekacauan, serta naluri manusia yang liar dan tak terkendali. Alih-alih melihat Yin-Yang sebagai upaya mencapai harmoni atau keseimbangan, pameran ini berfokus pada gesekan antara dua kekuatan yang berlawanan tersebut. Chickenfart mengeksplorasi ketegangan yang konstan dan penuh energi antara domestikasi sosial dan naluri primitif, menerjemahkan konflik tersebut ke dalam karya-karya tekstil yang berani dan menemukan keindahan yang mentah serta tak beraturan di dalam pergulatan tersebut. Di sini, keteraturan dan kekacauan tidak saling menyelesaikan, melainkan terus terjebak dalam pertukaran yang penuh kegelisahan.

Lahir pada 2001 di Quanzhou, Tiongkok, Chickenfart merupakan seniman visual yang bekerja dengan berbagai medium. Kental dengan bahasa visual grotesk bergaya vintage Amerika, praktiknya mengeksplorasi tekanan untuk menyesuaikan diri dengan norma sosial sekaligus naluri yang berusaha melawannya. Karyanya kerap menyoroti kontradiksi antara apa yang dianggap dapat diterima secara sosial dan apa yang tersembunyi di balik permukaan.

Lulusan Biologi Xinjiang University pada 2024, Chickenfart membawa latar belakang ilmiahnya ke dalam praktik artistik sebagai kerangka untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk biologi psikologis yang tak terlihat. Trauma batin, hasrat yang ditekan, serta berbagai kondisi emosional yang tak berwujud menjadi subjek yang berusaha ia petakan dan materialisasikan melalui seni, memberikan bentuk pada pengalaman yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan hanya melalui bahasa ilmiah. Dalam Poise & Disarray, ketertarikan tersebut hadir melalui bahasa visual yang mempertemukan dunia internal dan eksternal secara konfrontatif, sekaligus mempertanyakan sejauh mana naluri manusia benar-benar dapat dikendalikan oleh struktur sosial.

Nama panggungnya yang tidak biasa, Chickenfart, juga lahir dari sebuah cerita personal yang tak kalah tidak biasa. Ia menjelaskan, “Itu adalah nama panggilan yang diberikan teman-teman lama saya. Mereka bilang saya berlari seperti anak ayam, dan suatu kali mereka mendengar saya kentut dengan sangat keras. Jadi, begitulah nama Chickenfart muncul.”

web-14
web-15
web-16
web-17
web-18
web-19
About the Author

GMK Team

Collaborative articles written by multiple writers of the Grafis Masa Kini editorial team.