Merayakan Lima Tahun Pemberdayaan Perempuan dalam Arsitektur bersama Ibu Arsitek
Pada 14 Desember lalu, Ibu Arsitek, sebuah komunitas yang fokus pada pemberdayaan dan mendorong perempuan menekuni bidang arsitektur, memperingati lima tahun aktivitas Ibu Arsitek dengan serangkaian program Selebrasi 5 Tahun Ibu Arsitek yang diadakan di Dia.Lo.Gue Artspace, Jakarta. Dibuka untuk umum hingga 2 Januari 2024, rangkaian acara ini menandai perjalanan panjang komunitas Ibu Arsitek dengan mengeksplorasi konsep rumah yang terhubung melalui cerita unik yang merangsang seluruh indra.
Komunitas ini terbentuk pada tanggal 22 Desember 2018, bertepatan dengan Hari Ibu Nasional, tepat di tempat diadakannya perayaan ini. Diprakarsai oleh tiga arsitek perempuan, komunitas ini telah berkembang menjadi kelompok yang terdiri dari 14 arsitek perempuan yang aktif berkolaborasi bahkan di tengah pandemi. Perayaan ini mengundang 35 kolaborator perempuan dalam penggelaran acara dan dimeriahkan oleh 300 arsitek perempuan dari seluruh tanah air.
Acara ini menampilkan berbagai macam proyek arsitektur oleh perempuan di industri ini. Namun lebih dari itu, rangkaian acara ini juga menampilkan kisah-kisah perempuan Indonesia dan kontribusi mereka di bidang arsitektur. Kurator pameran Fauzia Evanindya dan Stephanie Larassati memilih 11 host pameran yang kemudian mengkurasi 70 profil perempuan dalam bidang arsitektur Indonesia, menampilkan kekuatan, perjalanan, kepribadian, dan kontribusi mereka.
Tidak hanya sebatas pameran, Selebrasi 5 Tahun Ibu Arsitek juga mencakup diskusi dan lokakarya dengan puncak acara, yaitu pertemuan Ibu Arsitek pada tanggal 22 Desember 2023 yang dihadiri para anggota dan undangan dengan diskusi dan tukar pikiran mengenai isu-isu industri hingga harapan dan impian komunitas Ibu Arsitek ke depannya.
Osrithalita Gabriela, Co-Initiator Ibu Arsitek dan Event Director, menekankan pentingnya saling mendukung antar sesama perempuan dalam mengatasi kendala yang dihadapi perempuan di industri arsitektur Indonesia. “Ibu Arsitek memiliki tujuan yang sederhana, yaitu untuk menjadi rumah yang saling menghubungkan dan mendukung para perempuan yang mencintai dan memilih karir di dunia arsitektur dengan segala tantangan stigma perempuan di dunia kerja, hingga pembagian peran dalam berkarir dan berkeluarga,” ia jelaskan.
Penjenamaan acara ini dirangkai oleh studio desain yang berbasis di Jakarta, SOSJ. “Jadi concept, story-telling narasi, logo, graphic elements, asset, merchandise sampai environment kita yang build,” Katarina Monika, Creative Director di SOSJ menjelaskan. Namun ia juga menerangkan bahwa dengan cakupan penerapan yang lumayan luas dan jangka waktu yang singkat, aplikasi penjenamaan dilakukan secara kolaboratif. Contohnya, untuk aplikasi media sosial, peran SOSJ adalah menyediakan key visual dan Ibu Arsitek mengembangkan itu lebih jauh secara aplikasi. “Jadi, baik [SOSJ dan Ibu Arsitek] akan berhasil mengatasi kegagalan pihak lain,” katanya. “Jadi kayak saling isi di beberapa area yang kita saling tidak bisa handle,” ia jelaskan.