Memori Kolektif dan Amnesia Sejarah dalam Fever Dream, Pameran Tunggal Timoteus Anggawan Kusno
Pada tanggal 29 Juni 2024, Galeri kohesi initiatives di Yogyakarta mempersembahkan pameran tunggal Timoteus Anggawan Kusno di galeri tersebut bertajuk Fever Dream. Setelah mendalami isu-isu sekitar kolonialisme di dekade kebelakang, Timoteus mengeksplorasi tema memori kolektif dan relasi kekuasaan secara khusus dalam konteks rezim Orde Baru dan masa setelah jatuhnya rezim tersebut. Dipajang di setiap ruangan galeri tersebut, Timoteus mempersembahkan karya-karya baru dalam berbagai medium termasuk seni lukis, gambar, foto, sketsa, buku, film, dan instalasi.
Fever Dream bermain dengan gagasan amnesia sejarah, nostalgia, dan melankoli yang berhubungan dengan dan disebabkan oleh tema besar pergantian rezim di Indonesia. Dikurasi oleh Alia Swastika, pameran ini menirukan upaya pembangunan set film—sebuah dramaturgi yang meninggalkan kesan mencari sesuatu yang hilang dari memori kolektif sebuah masyarakat setelah menghadapi kolonialisme atau pergantian rezim. Proses kreatif Timoteus juga berkontribusi dalam tema amnesia sejarah ini. Karya-karya dalam pameran Fever Dream mengambil citra visual dari banyak sumber, sebagian besar dari referensi sejarah, yang diolah kembali dengan berbagai macam teknik, gaya, dan medium, menekankan kesan mimpi traumatis kehilangan berbagai potongan dari teka-teki sejarah.
Pameran Fever Dream ditutup dengan sebuah instalasi video dua saluran dengan judul yang sama. Bertajuk kembali kepada judul pameran, film ini membawa metafor fever dream; sebuah mimpi yang meresahkan dan seringkali absurd yang kerap dialami oleh orang yang sakit dengan demam tinggi dengan menyejajari realita periode kolonial dan masa setelahnya dengan situasi mimpi dan ketidaksadaran. Instalasi ini meletakan para pengunjung antara dunia nyata dan dunia imaji.
Pameran Fever Dream adalah sebuah eksplorasi introspektif alam bawah sadar kolektif masyarakat yang tertinggal setelah fenomena kolonialisme dan juga bangkit dan runtuhnya rezim Orde Baru. Lebih dari sebuah pengabadian sejarah, Timoteus menggali dengan dalam apa artinya bagi masyarakat Indonesia untuk bertahan melalui masa-masa penuh gejolak dan ingatan kita akan trauma yang begitu signifikan. Fever Dream dapat dikunjungi di galeri kohesi initiatives sampai tanggal 25 Agustus 2024.