W(e)aves of Hope, Upaya Merespons Kerentanan Manusia di Bangkok Design Week 2026
Di tengah Bangkok Design Week tahun ini, ada satu instalasi yang tidak menawarkan solusi. W(e)aves of Hope tidak dirancang untuk memperbaiki krisis kesehatan mental yang sedang meningkat di Thailand. Karya ini hanya menciptakan ruang. Ruang kecil yang aman untuk berbicara jujur, tanpa nama, tanpa wajah.
PlaylistX Studio dari Jakarta dan TJT Creative Lab dari Bangkok membangun instalasi ini dari pertanyaan sederhana: bagaimana desain dapat merespons kerentanan manusia? Dalam upaya menjawab pertanyaan tersebut, mereka menciptakan sebuah tempat di mana orang bisa masuk sendirian dan berbicara tentang apa yang mereka rasakan hari itu, serupa bilik kecil telepon umum.
Di dalam bilik, pengunjung menemukan pertanyaan. "Bagaimana perasaanmu hari ini?" atau "Siapa yang ingin kamu ajak bicara saat ini?" Pertanyaan-pertanyaan ini mengundang untuk bercerita. Tentang perasaan yang belum terucap, kenangan yang masih membekas, kegelisahan yang tidak ada tempat untuk disampaikan. Ruang ini privat, anonim, siapa pun bisa berbicara tanpa harus menjelaskan siapa mereka.
Yang terjadi kemudian adalah proses penerjemahan. Suara yang masuk ke dalam bilik diubah menjadi visualisasi digital secara real-time. Setiap cerita, setiap emosi dalam suara, diterjemahkan menjadi gelombang visual. Pola cahaya dan warna abstrak yang bergerak sesuai intensitas emosi. Gelombang ini kemudian menjadi bagian dari anyaman desain yang terus bertumbuh di luar bilik. Sepanjang festival berlangsung, anyaman ini berevolusi dari akumulasi cerita-cerita personal. Layar tersebut lantas menjadi grafik emosi Bangkok yang tidak pernah selesai, selalu berubah setiap ada orang baru yang masuk dan berbicara.
PlaylistX Studio, yang berbasis di Jakarta, memang dikenal dengan pendekatan experience design yang berpusat pada manusia. Mereka percaya bahwa teknologi adalah kanvas untuk imajinasi, cara untuk menciptakan pengalaman yang tidak hanya menghibur tetapi juga menginspirasi koneksi dan memicu perubahan. TJT Creative Lab dari Bangkok juga membawa filosofi serupa. Mereka menyebut diri mereka sebagai creative lab karena percaya bahwa keberanian datang dari eksperimen, dan dari eksperimen itulah karya yang bermakna ditemukan.
W(e)aves of Hope tidak mengklaim bisa mengatasi krisis kesehatan mental. Dalam konteks Bangkok Design Week yang mengangkat pertanyaan tentang bagaimana desain merespons kerentanan manusia, instalasi ini menawarkan sesuatu yang lebih sederhana. Ruang untuk berbicara. Ruang untuk didengar. Ruang di mana kerentanan tidak perlu disembunyikan.