Membaca Identitas Lewat Huruf: Kilas Balik Brand x Type di ADGI Design Week 2025

Pameran Brand x Type menjadi sorotan di tengah ramainya gelaran ADGI Design Week 2025 di Taman Ismail Marzuki. Selama lima hari penyelenggaraan, instalasi-instalasi tipografi yang tersebar di ruang pameran menjadi magnet yang memancing percakapan panjang tentang huruf, identitas brand, dan masa depan desain grafis. Brand x Type hadir dengan fokus yang sangat spesifik: hubungan antara brand dan tipografi, khususnya typeface yang dirancang secara khusus untuk kebutuhan identitas visual sebuah perusahaan. 

Pameran ini menitikberatkan pada bagaimana para desainer dan type foundry Indonesia merumuskan sistem huruf yang menjadi bahasa strategis yang membentuk persepsi publik terhadap sebuah brand. Grafis Masa Kini berkesempatan untuk berbincang dengan Gumpita Rahayu, Founder & Design Director di Tokotype, untuk menggali lebih dalam soal kemungkinan-kemungkinan yang dapat lahir dari pameran ini.

Dalam penyusunan kurasinya, Brand x Type mengusung pertanyaan mendasar: apa yang membuat sebuah sistem tipografi mampu mendukung identitas brand dengan tepat guna? Gumpita menyaksikan dalam beberapa tahun terakhir ini, bidang tipografi dalam desain berkembang pesat–tidak hanya di luar negeri, tetapi juga di lanskap desain Indonesia. Hal ini menempatkan tipografi sebagai struktur yang membentuk persepsi sebuah brand, bukan sekadar elemen visual. Maka itu, fokus kurasi, menurut Gumpita, berfokus pada proses dan alasan di balik bentuk huruf yang dirancang untuk kebutuhan spesifik. “Kurasi diarahkan pada bagaimana sebuah type foundry atau desainer bekerja secara sistematis; mulai dari riset, pembuatan struktur dasar, konsistensi karakter hingga pengujian dalam konteks aplikasi nyata.”

zoom-1

Kriteria pemilihan karya pun menitikberatkan pada kemampuan sistem huruf dalam menjaga karakter brand tanpa mengorbankan keterbacaan–sebagaimana kita tahu, tipografi merupakan elemen vital dalam sistem desain secara keseluruhan. “Sistem (huruf) yang kuat mampu bertahan di berbagai skenario penggunaan. Jika logo dapat dianggap sebagai wajah brand, maka tipografi adalah nyawanya, yang menguatkan karakter dan kedewasaan identitas visual,” tegas Gumpita.

Melihat ke belakang dan hari ini, perubahan paling signifikan dalam dunia branding memang terlihat jelas dengan meningkatnya kesadaran korporasi akan pentingnya memiliki typeface proprietary. Jika dahulu brand cukup mengandalkan fon komersial yang tersedia luas, kini semakin banyak perusahaan yang berinvestasi pada pengembangan sistem huruf yang dirancang khusus untuk mereka. Bagi Gumpita, pergerseran ini menempatkan tipografi sebagai pusat strategi identitas. 

Selain itu, pendekatan ini menawarkan stabilitas: brand tidak lagi bergantung pada lisensi pihak ketiga atau risiko pelanggaran hak cipta. Dari sisi naratif sendiri, typeface yang dirancang khusus mampu merepresentasikan identitas merek secara lebih presisi dan autentik. Di sisi desainer, tren ini membuka ruang yang lebih luas untuk berpartisipasi dalam pembentukan visual industri. Tipografi kini dipahami sebagai infrastruktur visual yang memiliki dampak langsung pada cara brand berkomunikasi dan berkompetisi.

Selaras dengan rumusan dan gambaran lanskap industri di atas, Brand x Type memiliki tujuan: menggeser persepsi tentang tipografi–bahwa huruf bukan hanya alat visual untuk menampilkan informasi, melainkan bahasa yang menyalurkan ritme, emosi, dan cara manusia memaknai identitas. Gumpita menegaskan, “Dengan menampilkan desainer dan brand yang benar-benar membangun tipografi khusus untuk kebutuhan mereka, publik melihat langsung bagaimana gaya, struktur, dan nada sebuah typeface membentuk cara sebuah identitas dibaca dan dimaknai.” 

zoom-2

Dengan menampilkan pendekatan dan latar desainer yang beragam, pameran ini juga menunjukkan luasnya spektrum kemungkinan dalam merancang huruf. Beberapa typeface dibangun berdasarkan referensi sejarah, sebagian lain berangkat dari kebutuhan digital. Kehadiran talenta-talenta lokal juga mempertegas bahwa tipografi bekerja sebagai bahasa yang mengarahkan persepsi–dan sebuah bukti bagaimana sistem huruf dapat menjadi ruang inklusif dan terbuka.

Sangat menarik melihat bagaimana pada ADGI Design Week tahun ini, Brand x Type menjadi salah satu segmen yang paling ramai dikunjungi. Pengunjung datang dari latar belakang mahasiswa, desainer muda, hingga masyarakat umum yang baru mulai memahami dunia tipografi. “Alhamdulillah, pameran ini cukup ramai!” kata Gumpita. Antusias pengunjung membuktikan bahwa tipografi adalah praktik desain yang terus relevan. 

Berdasarkan perspektif Gumpita, posisi tipografi yang terus relevan tersebut dikarenakan praktik ini merupakan fondasi seluruh desain komunikasi visual. Di era ketika informasi bergerak cepat dan visual menjadi bahasa sehari-hari, generasi muda menyadari bahwa pemahaman terhadap huruf bukan lagi keterampilan tambahan, melainkan struktur dasar yang menentukan bagaimana informasi dibaca dan dirasakan. “Disiplin ini menawarkan kedalaman teknis dan ruang eksplorasi yang membuatnya terus menarik, baik bagi praktisi yang ingin memahami konstruksi huruf maupun penikmat desain yang mulai peka terhadap perbedaan bentuk, fungsi, dan konteks penggunaan,” tutup Gumpita.

Pameran Brand x Type menunjukkan satu hal penting: bahwa Indonesia sedang berada di momentum ketika tipografi menjadi praktik eksplorasi penuh potensi. Kehadiran berbagai type foundry dan desainer huruf membuktikan bahwa ekosistemnya berkembang pesat. Di tengah lanskap global yang kompetitif, kemampuan desainer Indonesia membangun sistem huruf untuk brand besar membuka peluang baru, baik di industri lokal maupun internasional. Brand x Type sendiri menjadi panggung yang memperlihatkan bagaimana praktik-praktik ini mulai membangun identitas visual baru Indonesia: lebih berani dan lebih berkarakter.

web-19
web-20
web-21
web-22
web-23
web-24
About the Author

Alessandra Langit

Alessandra Langit is a writer with diverse media experience. She loves exploring the quirks of girlhood through her visual art and reposting Kafka’s diary entries at night.