Perjalanan Diri Talitha Maranila dalam Karyanya di Pameran EXTEND

Pada 13 September 2024, Sin Sin Fine Art Gallery di Hong Kong resmi membuka pameran terbarunya, EXTEND. Pameran ini terinspirasi oleh pertemuan antara pendiri galeri sekaligus seniman Sin Sin Man dan para seniman yang berpartisipasi, Talitha Maranila dan Dani Huda, di awal tahun ini. Tema pameran “expanding possibilities merujuk pada pertumbuhan potensi yang terbangun dari keterhubungan karya ketiga seniman tersebut. Sebagai kurator EXTEND, Sin Sin Man menjelaskan bahwa ia sangat antusias untuk menunjukkan bagaimana para seniman muda menghayati alam dan spiritualitas dalam hidup dan karya mereka. Ia “berharap pameran ini akan menginspirasi orang-orang yang merasa tertekan atau kehilangan arah; untuk membimbing mereka menemukan lebih banyak cahaya, lebih banyak ruang, dan lebih banyak napas.” Grafis Masa Kini berkesempatan untuk berbincang dengan Talitha mengenai proses di balik karya-karyanya yang ditampilkan dalam EXTEND.

“Awal mulanya dari pertemuan yang unexpected pada akhir Mei di Bali dengan Sin Sin. Dari pertemuan tersebut terjalin lah instant chemistry diantara kita bertiga, gue, Dani huda dan Sin Sin, kita sangat bersinergi dan sefrekuensi satu sama lain,” Talitha menjelaskan. Pada bulan Juni, Talitha dan Dani diundang oleh Sin Sin untuk pameran bersama di Sin Sin Fine Art. “Sin Sin terinspirasi dari connection yang kita punya antara satu sama lain dalam pandangan, pemikiran, pengkaryaan dan juga dalam berspiritualitas di era modern ini. Terutama dari mata kita berdua generasi yang jauh lebih muda,” imbuh sang seniman.


Talitha menampilkan empat karya dalam EXTEND. Dua di antaranya adalah patung berjudul Flames of Rose dan Mirror of Being yang bermain dengan cahaya. Dua lainnya adalah instalasi semi-lukisan berjudul Entanglement dan Emergence in the Year of the Dragon. Talitha menjelaskan bahwa setiap karya memiliki gagasan individual, namun memiliki benang merah yang sama dalam membahas keterhubungan antara manusia dengan ranah fisik dan mental; “kesadaran kita sebagai manusia di era teknologi yang serba cepat ini.”

Mengenai bagaimana karyanya merespons “expanding possibilities”, Talitha menjelaskan bahwa tema tersebut merupakan gagasan yang dibuat dari keterhubungan karya ketiga seniman. “Karya gue, Dani, dan Sin Sin membawa bahasa yang serupa dengan eksekusi yang berbeda. Gue merespons konsep ini melalui permainan cahaya; cahaya adalah entitas yang melampaui jarak dan waktu. Seperti halnya cahaya itu sendiri yang melintasi ruang yang luas, menentang batasan dunia fisik, cahaya mencerminkan sifat tanpa batas ini.” Lebih lanjut, Talitha menuturkan bahwa dalam banyak budaya dan filosofi, cahaya adalah simbol pengetahuan, pencerahan, dan awal pemahaman baru. Cahaya juga memiliki fungsi untuk menerangi jalan ke depan, memberikan kejelasan tentang yang tak mita diketahui—sama seperti cahaya yang melambangkan jembatan antara ranah pemikiran, ilmu pengetahuan, dan kemajuan teknologi. “Dalam pengertian ini, cahaya bukan hanya manifestasi dari sifat fisik cahaya, tetapi juga representasi evolusi peradaban manusia melalui pencarian pengetahuan dan kemajuan teknologi.”


Emergence in the Year of the Dragon
adalah karya baru dari Talitha. Ia menciptakan rangkaian cat keramik di atas plexiglass yang dibengkokkan di Hong Kong. Tentu saja, bekerja jauh dari lingkungan yang familiar dapat menghadirkan tantangan tersendiri. “Bukan pertama kali gue bikin karya di luar negeri tantangannya masih sama; bagaimana gue bisa bikin karya yang efisien, nggak makan banyak biaya dan tenaga kerja? Karena kalau di luar negeri kan tidak ada tenaga kerja tambahan yang bisa membantu. Semua dikerjakan sendiri dan material pun lebih mahal dari di indonesia. Keterbatasan jadi opportunity untuk menghasilkan ide baru,” tambah Talitha.

EXTEND juga merupakan kali pertama Talitha melakukan permainan cahaya dan bayangan dengan Dani yang bermain suling secara langsung. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya, ia selalu tampil dengan musik yang telah disusun sebelumnya. “Kali ini lebih organik rasanya, kita berdua berteman sejak lama dan moment pameran EXTEND menjadi yang pertama untuk kita perform bareng.” Kesempatan ini membawa rasa syukur yang luar bisa bagi Talitha karena menyaksikan langsung respons pengunjung yang antusias. “Beberapa dari mereka mengatakan, ‘Ini yang kami butuhkan di Hong Kong,’ dan sebagian besar pengunjung yang experience karya juga sedang di perjalanan ke dalam diri, senang rasanya bisa berbagi energi dan pengalaman rasa,” ungkap Talitha. Baginya, pameran ini membuka jendela realita bahwa perjalanan melihat ke dalam diri adalah pengalaman kolektif, dan hal itu terasa hangat bagi Talitha. “Inilah salah satu alasan mengapa saya terus melakukan apa yang saya lakukan,” tutup Talitha.

Slide-1
Slide-2
Slide-3
Slide-4
Slide-5
Slide-6
Slide-7
Slide-8
About the Author

Kireina Masri

Kireina Masri has had their nose stuck in a book since they could remember. Majoring in Illustration, they now write of all things visual—pouring their love of the arts into the written word. They aspire to be their neighborhood's quirky cat lady in their later years.