POTATO WITH SALT: Jejak Satu Dekade Graffiti PWS Crew
Graffiti bukan hanya sekadar seni jalanan, melainkan bentuk ekspresi diri yang mendobrak batas ruang. Salah satu kolektif yang menegaskan hal ini adalah PWS Crew, atau lebih dikenal sebagai Potato with Salt. Kru graffiti yang didirikan pada tahun 2014 ini telah merayakan satu dekade perjalanan mereka dalam dunia street art dengan peluncuran buku pertama mereka, POTATO WITH SALT, yang diterbitkan oleh ARRRMADA, dan dirilis di Studioland, Tangerang Selatan, pada 22 September 2024.
PWS Crew sendiri berawal dari ajakan Pyno, salah satu anggota pendiri, kepada dua teman graffiti writer lainnya, ADV51 dan Crez1. Dari pertemuan ini, terbentuklah sebuah kru yang dalam perjalanannya terus bertumbuh, hingga menjadi salah satu kelompok graffiti yang paling aktif dan konsisten di Indonesia. Seiring waktu, PWS Crew menyambut anggota baru dan mulai berisi graffiti writers dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
Walau PWS terbilang kru yang masih muda jika dibandingkan dengan kolektif graffiti lainnya di Indonesia, kontribusi mereka dalam dunia graffiti tidak bisa diabaikan. Konsistensi mereka dalam berkarya di jalanan serta melalui medium lain telah menarik perhatian banyak pihak. Gambar-gambar yang menghiasi tembok kota tidak hanya menjadi bukti eksistensi mereka di tanah air, namun juga telah menyebar hingga ke berbagai negara seperti Moscow, Beijing, Seoul, London, Amsterdam, New York City, hingga Puerto Rico. Keberadaan PWS yang mendunia tidak terlepas dari beberapa anggota mereka yang kerap berpergian, bahkan ada yang menetap di luar negeri. Ini menjadikan PWS sebagai contoh nyata bahwa seni graffiti mampu menembus batas geografis dan budaya.
Kru PWS terdiri dari berbagai anggota lintas generasi yang membawa keunikan masing-masing. Beberapa nama yang cukup dikenal dalam crew ini antara lain Cakes, Samva, Alphabad, Ramsta, Pyno, Anio, Crez1, Setsu, Rimo145, Stimy, Mambo, Dyeget, dan ADV51. Setiap anggota membawa gaya dan perspektif yang berbeda dalam graffiti, namun perbedaan inilah yang menjadikan PWS Crew unik dan solid. Perbedaan latar belakang, pengalaman, dan cara pandang terhadap dunia graffiti justru menjadi kekuatan PWS Crew. Mereka mampu menyatukan gaya-gaya yang berbeda menjadi satu identitas yang khas. Di tengah dinamika seni jalanan yang selalu berkembang, PWS Crew terus mempertahankan karakter dan integritas mereka, baik sebagai individu maupun sebagai kolektif.
Merayakan sepuluh tahun kebersamaan mereka, PWS Crew bekerja sama dengan ARRRMADA merilis buku berjudul POTATO WITH SALT. Buku ini menjadi penanda penting dalam perjalanan mereka sebagai salah satu kru graffiti terkemuka di Indonesia. Lebih dari sekadar arsip visual, buku ini berisi kompilasi perjalanan panjang PWS Crew selama satu dekade, termasuk dokumentasi karya mereka.
Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah kolektif graffiti. Namun, PWS Crew membuktikan bahwa mereka mampu bertahan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia graffiti, baik di Indonesia maupun di kancah internasional. Melalui karya-karya mereka, PWS telah menempatkan graffiti sebagai salah satu bentuk seni visual yang patut diperhitungkan.