Pointing to The Synchronous Windows: Menyoal Tubuh, Ruang, dan Persepsi
Pameran koleksi terbaru Museum MACAN menelisik hubungan antara tubuh dan ruang–serta bagaimana keduanya membentuk identitas, persepsi, dan pengalaman manusia. Lebih dari 50 karya perupa terkemuka Indonesia dan internasional menungkapkan narasi tersebut.
Pada Mei lalu, Museum MACAN dengan bangga menghadirkan Pointing to the Synchronous Windows, sebuah pameran baru yang diambil dari koleksi museum, menampilkan sejumlah karya yang akan dipamerkan untuk pertama kalinya kepada publik. Alih-alih melihat tubuh dan ruang hidup sebagai entitas yang statis atau netral, koleksi ini melihat keduanya aktif berkelindan dengan lingkungan sosial, budaya, psikologi, bahasa, kosmologi, dan spasial.
Pameran ini menampilkan karya-karya dari perupa terkemuka Indonesia dan internasional, di antaranya A.D Pirous, Aditya Novali, Affandi, Ahmad Sadali, Alexander Calder, Antonia Kuo, Arin Dwihartanto Sunaryo, Ashley Bickerton, Atsuko Tanaka, Cai Guo-Qiang, Chiyū Uemae, Christine Ay Tjoe, Cy Twombly, Dan Flavin, Ed Ruscha, Entang Wiharso, Gregorius Sidharta Soegijo, Handrio, Hiroshige Utagawa, I GAK Murniasih, Jim Dine, John Chamberlain, Josef Albers, Ju Ming, Julian Opie, Kazuo Shiraga, Keith Haring, Lee Bul, Lee Ufan, Leonard Tsuguharu Foujita, Lucio Fontana, Mangu Putra, Maria Farrar, Mark Bradford, Mark Grotjahn, Miguel Covarrubias, Monir Shahroudy Farmanfarmaian, Nam June Paik, Pinaree Sanpitak, Rudolf Stingel, S. Sudjojono, Sadamasa Motonaga, Sigmar Polke, Sudjana Kerton, Tetsuya Ishida, Titis Jabaruddin, Wang Guangyi, Wolfgang Tillmans, Yayoi Kusama, Yoshitomo Nara, Yu Youhan, Yutaka Sone, dan Zeng Fanzhi.
Pointing to the Synchronous Windows menggabungkan dua referensi konseptual yang membingkai dua fokus. “Pointing” atau “menunjuk” diambil dari novel Gabriel García Márquez (1927-2014), One Hundred Years of Solitude (Seratus Tahun Kesunyian) (1967), yang menggugah bagaimana tubuh memiliki kemampuan untuk mengungkapkan makna melalui
isyarat. “Synchronous Windows” merujuk pada seri lukisan jendela karya perupa Robert Delaunay (1885-1941) yang menjalin cahaya dan warna melalui bidang-bidang yang saling tumpang tindih dan susunan ruang yang berlapis, untuk menyiratkan bahwa ruang bukan sekadar sesuatu yang dipersepsikan secara pasif, melainkan dibentuk secara aktif.
Pameran ini terbagi dalam dua bagian yang saling terkait. “Pointing to...” (“Menunjuk kepada...”) berfokus pada tubuh sebagai wadah transformasi, dimana gestur menjadi ekspresi identitas yang dibentuk oleh kekuatan internal dan eksternal. Bagian ini akan dibuka pada 10 Mei 2024, dan terbagi ke dalam empat tema: 1. “Gesturing the Social” (“Isyarat Sosial”) melihat bagaimana isyarat tubuh mencerminkan struktur kelas dan perilaku kolektif yang dipengaruhi oleh media massa, 2. “Flipping the Rains and Clouds” (“Membalikkan Hujan dan Awan”) mengeksplorasi hubungan antara tubuh dan alat yang terus berubah, serta bagaimana keduanya dapat memberdayakan sekaligus membatasi satu sama lain, 3. “The Spectre’s Pantomime” (“Pantomim Hantu”) menyelami roh, alam bawah sadar, dan kesadaran diri yang terus berkembang dalam tubuh, serta mengungkap ketegangan antara identitas personal dan norma-norma sosial, 4. “Mediated Corpus” (“Tubuh yang Berperantara”) mengkaji bagaimana media dan pengawasan mengubah keberadaan tubuh menjadi citra publik.
Bagian lainnya, “Synchronous windows” (“Jendela-jendela yang hadir serentak”) mengkaji bagaimana ruang dipersepsikan dan terus berkembang, dengan menyoroti area-area yang menjadi tempat perlindungan maupun pengasingan. Bagian ini dibuka pada 24 Mei 2025.
Venus Lau, Direktur, Museum MACAN, mengatakan, “Sejak dibukanya Museum MACAN pada tahun 2017, pameran koleksi selalu menjadi favorit di kalangan pengunjung. Presentasi koleksi dengan sudut pandang yang segar lewat narasi berbeda, merupakan bagian dari upaya jangka panjang kuratorial kami untuk meneliti dan menafsirkan ulang koleksi melalui lensa sejarah seni dan sosial yang tercermin di dalamnya, khususnya dalam kaitannya dengan konteks global saat ini. Pointing to the Synchronous Windows mengeksplorasi dialog yang kompleks antara seni, masyarakat, dan lingkungan kita. Banyak karya dalam pameran ini akan ditampilkan untuk pertama kalinya kepada publik, menawarkan perspektif baru mengenai hubungan antara tubuh, ruang, dan realitas bertingkat yang kita tempati.”
Pointing to the Synchronous Windows akan berlangsung hingga 5 Oktober 2024. Bersamaan dengan pameran ini, instalasi karya Yayoi Kusama, Infinity Mirrored Room – Brilliance of the Souls (2014), kembali dipamerkan mulai 24 Mei 2025 di area Sculpture Garden bersama dengan sebuah karya penting dari koleksi museum, yakni Baroque Egg with Bow (pink/gold) (1994–2006) oleh Jeff Koons.