Nusaé di ARCH:ID 2026: Ketika Material Jadi Titik Awal Desain


Di ARCH:ID 2026, ICE BSD City, Nusaé hadir dengan pertanyaan bagaimana jika desain menentukan karakter fisik sebuah material, dan bagaimana jika material menentukan arah sebuah desain?

Instalasi bertajuk “Mendesain MATERIAL / MATERIAL” Mendesain menjadi cara studio desain grafis asal Jakarta itu mengeksplorasi pertanyaan tersebut secara fisik. Untuk mewujudkannya dalam ruang, Nusaé berkolaborasi dengan studio arsitektur Dhaniesal, didukung Paperina sebagai penyedia material percetakan, dan Rimpang Digital, lembaga yang menghubungkan seni dan teknologi.

Andi Rahmat, Founder & Principal Designer Nusaé, menjelaskan pendekatan yang mereka bawa. "Material memiliki cara sendiri untuk berkomunikasi—melalui kehadiran fisik dan interaksinya dengan ruang. Dalam proyek ini, kami tidak hanya menggunakan material, tetapi juga 'mendengarkan' bagaimana material dapat membentuk arah desain itu sendiri," katanya.


Kolaborasi dengan Dhaniesal bukan pertemuan pertama. Keduanya sudah pernah bekerja bersama sebelumnya, dan dari pengalaman itu mereka menemukan kesamaan cara pandang: material bisa melampaui fungsi dasarnya. Di instalasi ini, material hadir sebagai fokus utama yang membangun pengalaman pengunjung melalui interaksi langsung, bukan sekadar elemen latar.

Kehadiran Nusaé di ARCH:ID juga punya konteks yang relevan. Acara ini bukan semata pameran arsitektur, tapi platform lintas disiplin yang mempertemukan arsitek, desainer, dan pelaku industri kreatif. Dikurasi oleh Trianzani Sulshi (Co-Founder Studio Aliri), Afwina Kamal (Principal at Hadiprana), dan Dhanie Syawalia (Co-Founder Dhaniesal), ARCH:ID 2026 berlangsung 23 hingga 26 April.

Bagi Nusaé, yang selama ini dikenal lewat praktik desain grafis di ranah dua dimensi, partisipasi ini adalah langkah ke wilayah yang lebih spasial. Material diperlakukan sebagai bahasa desain, sesuatu yang bisa bicara tentang hubungan manusia dengan lingkungannya

web-18
web-22
web-19
web-21
web-17
web-20
About the Author

Dhanurendra Pandji

Dhanurendra Pandji is an artist and art laborer based in Jakarta. He spends his free time doing photography, exploring historical contents on YouTube, and looking for odd objects at flea markets.