Herons on the 12th House: Cecil Mariani Membaca Simbol, Ramalan, dan Realitas

Srisasanti Gallery mempersembahkan Herons on the 12th House (Bangau di Rumah ke-12), sebuah pameran tunggal oleh Cecil Mariani—menghadirkan lebih dari 30 rangkaian karya yang menggabungkan berbagai jenis medium gambar, cetak grafis, hingga material alternatif, dalam eksplorasi simbolik yang mengangkat figur bangau sebagai pusat narasi visual dan filosofis.

Sebagai seniman, Cecil Mariani sendiri telah menjelajahi praktik estetika yang terfragmentasi—mulai dari yang sangat personal hingga cita-cita kerja sama yang bertujuan untuk mempertahankan seni dan budaya di Indonesia—sambil terlibat dalam praksis yang mempertanyakan komodifikasi, gender, dan mengeksplorasi ekonomi alternatif. Tertarik pada gerakan koperasi, praktiknya akan berada di persimpangan antara seni, desain, dan aktivisme, yang secara terus-menerus mencaritransformasi sosial.

zoom-1

Pada pameran ini, Cecil mengambil hewan ‘bangau’ untuk merepresentasikan simbol leluhur yang menempuh perpindahan panjang lintas generasi, baik karena penyintasan maupun ketergusuran hidup. ‘Rumah ke-12’ dalam peta zodiak dirujuk sebagai rumah pascakehidupan. Tempat dimana kematian dan kehidupan bertemu. Dalam tajuk pameran, Bangau di Rumah ke-12 adalah laku ramal-meramal dalam menata rangkaian pertanyaan, kode, dan sinyal perubahan yang tak selalu kentara.

Pameran menyoroti ketegangan antara dua hal yang bertolak belakang, yakni praktik meramal dan kerja kalkulatif. Manifestasi spiritual dalam meramal dan berkesenian terseret ke dalam sistem ekonomi yang menuntut produksi terus-menerus hingga membentuk identitas sebagai komoditas.Jeda berubah menjadi waktu hiperproduktif dan ekspresi identitas berakhir pada kerja pasar. 

Berbekal keterampilannya sebagai desainer grafis, Cecil memanipulasi ulang gambar-gambar hasil AI dengan menggandakan citra secara tidak simetris melalui efek cermin dan menginterupsi ruangan, mengusik kesempurnaan visual. Rangkaian citra digital ini kemudian ia sadur kembali dengan media manual untuk memenuhi hasrat eksperimental material dengan gumoil, cetak teh, hingga UV printlightbox. Sang seniman menjadi buruh manual dari gambar digital yang ia buat bersama mesin ramalan otomatis.

zoom-2

Melalui Herons on the 12th House, Cecil Mariani melawan kontradiksi antara ekspresi seni dan tuntutan pasar dengan menjauhkan diri secara emosional dan spiritual dari proses penciptaan karyanya. Pada karyanya, Cecil Mariani mengundang audien untuk merenungkan hubungan antara kerja, jiwa,teknologi, dan sistem ekonomi seni kontemporer pada semesta semiokapitalisme. Mengapa kita membuat seni? Apa yang berubah ketika seni menjadi kerja?

Herons on the 12th House dibuka untuk umum dari13 Juni - 10 Agustus 2025.Jam pameran adalah Senin - Jumat puku 12.00 - 19.00 WIB dan Sabtu & Minggu pukul12.00 - 20.00 WIB di Tirtodipuran LinkBuildingB, Yogyakarta. Pengantar pameran ditulis oleh Brigitta Isabella. Katalog pameran dicetak dalam edisi terbatas dan tersedia di ruang galeri.

web-24
web-25
web-26
web-27
web-28
web-29
web-30
web-31
web-32
About the Author

Alessandra Langit

Alessandra Langit is a writer with diverse media experience. She loves exploring the quirks of girlhood through her visual art and reposting Kafka’s diary entries at night.