Dari Amalan ke Aksi: Dialog Pembukaan ARTJOG 2025
Setelah sebelumnya menggelar Road to ARTJOG 2025, ARTJOG 2025 - Motif: Amalan kini telah resmi dibuka. Merangkum rangkaian tema Motif, ARTJOG diselenggarakan hingga 31 Agustus 2025 di Jogja National Museum, Yogyakarta. Acara diawali dengan pratinjau pameran bagi tamu undangan dan rekan media, lalu dilanjutkan seremoni pembukaan pada sore hari yang dihadiri oleh seniman dan para penikmat seni, budayawan, komunitas seni, pejabat pemerintah pusat dan daerah, dan segenap pendukung dari berbagai sektor.
Acara pembukaan ARTJOG 2025 dimulai dengan penampilan istimewa dari Acapella Mataraman. Selanjutnya, Direktur ARTJOG, Heri Pemad, memberikan sambutan pembukanya yang kemudian disusul kurator tamu, Hendro Wiyanto. Sebagai pamungkas dari tema Motif, kurator Hendro Wiyanto menyampaikan bahwa meskipun bentuk amalan seni tidak dapat dilihat secara gamblang, sesungguhnya para seniman senantiasa berupaya menciptakan kebaikan bersama lewat karya-karya mereka.
“Ketika Amalan dimaknai secara lebih longgar, ia bertujuan untuk memberikan sepenuh-penuhnya apa yang kita bisa kerjakan. Karya seni bukan imajinasi kosong, melainkan sebuah keyakinan estetika dari sebuah tindakan yang bisa menjadi landasan atas segala keputusan. Meskipun amalan karya seni tidak terlihat persis, namun imajinasi dari itu (seni) akan mendorong sebuah adanya tindakan yang nyata. Kita masih percaya bahwa seni akan tetap ada, untuk menginspirasi kita semua, bahkan melakukan kritik terhadap apapun yang tidak sesuai dengan cita-cita lama tentang kebaikan dan keadilan bersama,” jelasnya.
Budayawan, Garin Nugroho, dalam orasi kebudayaannya juga menegaskan kontribusi besar seni, melalui aspek imajinatifnya dalam membangun sebuah peradaban yang berpijak pada aspek kemanusiaan. Beliau menyatakan, “Imajinasi dari karya-karya seni adalah ke berbagai hal yang luar biasa, sebuah kekayaan luar biasa yang dimiliki oleh manusia…Ketika orang masuk ke dalam museum atau galeri, mereka bisa mengelola perasaan-perasaan kecil kemanusian. Serta muncul pengelolaan pada ruang dan waktu, yang membuat manusia bertumbuh. Oleh karena itu, sebuah bangsa yang tidak menghidupi museum atau galeri seni, maka akan terlahir para pemimpin yang tidak memahami konsep waktu dan ruang bagi masyarakatnya. Dan ketika para pemimpin tidak mengerti tentang konsep itu, maka akan timbul berbagai jenis kehancuran-kehancuran.”
Pada kesempatan ini, diumumkan pula pemenang Young Artist Award (YAA) 2025. Tim juri yang terdiri seniman Eko Nugroho dan tim kurator ARTJOG memilih tiga dari 16 seniman muda di bawah 35 tahun berdasarkan pada kesesuaian tema, eksplorasi medium, serta kebaruan dalam gagasan dan presentasi. Acara diakhiri dengan sambutan dan seremoni pembukaan oleh Sunaryo, seniman sekaligus pendiri Selasar Sunaryo Art Space. Dalam sambutannya, beliau menggarisbawahi bagaimana sebuah festival seni tak sekadar sebagai perayaan estetika, melainkan juga katalisator ampuh untuk menggeliatkan perekonomian lokal dan sektor pariwisata. Sunaryo juga menekankan urgensi keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan sinergis dari pemerintah. Hal ini penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa seni bukan lagi eksklusif dan hanya milik kalangan tertentu, namun juga bisa menjawab dan menjangkau kebutuhan seluruh elemen di sekitarnya.
Pemberian cendera mata Pohon Hayat kepada Sunaryo adalah bentuk apresiasi ARTJOG terhadap peran dan kontribusi beliau dalam perkembangan seni rupa Indonesia. Peristiwa ini sekaligus menandai ARTJOG 2025 secara resmi telah dibuka. Rangkaian acara pembukaan dilengkapi dengan pertunjukan musik oleh Batavia Collective pada malam harinya di Panggung ARTJOG. Selama penyelenggaraan, ARTJOG 2025 - Motif:Amalan didukung oleh program-program khas, seperti Exhibition Tour, Meet the Artist, performa•ARTJOG, ARTJOG Kids, Peluncuran dan Bedah Buku, Merchandise Project, Artcare Indonesia, Jogja Art Weeks, dan Love ARTJOG. Terdapat pula program baru, antara lain Special Project, Spotlight, dan The Others Lab.
Tiket masuk ARTJOG bisa didapatkan melalui situs dan loket di lokasi dengan harga Rp80.000,00 (dewasa) dan Rp50.000,00 (anak-anak).