Pameran “Eye of the Day”: Menafsir Dunia Lewat Matahari

Srisasanti Gallery kembali dengan pameran grup yang mendatangkan seniman dari berbagai negara. Eye of the Day, sebuah pameran bersama, menampilkan karya dari 17 seniman asal Indonesia dan mancanegara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Taiwan, Brasil, dan Spanyol. Pameran ini menggunakan gagasan tentang matahari sebagai metafora untuk pengalaman bersama yang dirasakan di berbagai tempat dan konteks, memengaruhi cara kita melihat dunia. Eye of the Day menghadirkan lebih dari 40 lukisan dan gambar terbaru dalam berbagai medium.

Tajuk pameran ini berasal dari kata dalam bahasa Indonesia ‘matahari’, yang secara harfiah berarti ‘eye of the day’ dalam bahasa Inggris. Etimologi puitis ini, gabungan dari mata (eye) dan hari (day), mencerminkan nuansa bahasa dan bagaimana makna dapat bergeser di berbagai budaya, menyinggung kehilangan terjemahan serta keberagaman interpretasi. Matahari memiliki makna yang berbeda tergantung pada tempatnya. Maknanya berubah seiring garis lintang. Keberadaan matahari yang bersifat universal membentuk pemahaman kita tentang dunia. Eye of the Day melihat para seniman bukan sebagai pemberi makna yang mutlak, melainkan sebagai pemandu yang memperkenalkan bagaimana orang-orang di berbagai belahan dunia menginterpretasikan dunia (atau dunia mereka). 

zoom

Meskipun ada banyak perbedaan individu, yang menyatukan para seniman ini bukanlah tema spesifik atau kecenderungan visual tertentu. Sebaliknya, praktik artistik mereka menampilkan beragam pendekatan dan gaya yang membawa cerita, kepercayaan, serta latar belakang budaya yang berbeda. Karya-karya yang dipamerkan berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai sudut pandang lintas belahan bumi. Pameran ini menghadirkan karya dari seniman Indonesia seperti Abenk Alter, Addy Debil, Agugn, Anjastama HP, Darbotz, Eko Bintang, Fandi Angga Saputra, Liffi Wongso, Riono Tanggul, dan RYOL, serta karya dari Bibi Lei (Jepang), Fabio Dourone (Spanyol), Kyeonghoon Oh (Korea Selatan), Lucas Noguera (Brasil), Ruo-Hsin Wu (Taiwan), Yool Kim (Korea Selatan), dan Zhou Song (Tiongkok).

Eye of the Day dibuka untuk publik hingga 4 Mei 2025. Jam buka pameran adalah Selasa - Jumat pukul12:00 - 19:00, serta Sabtu dan Minggu pukul 12:00 – 20:00 di Tirtodipuran Link Building A, Yogyakarta. Katalog pameran dicetak dalam edisiterbatas dan tersedia di galeri. Pameran ini diselenggarakan bekerja sama dengan City of Talents.

web-21
web-22
web-23
web-24
web-25
web-26
web-27
About the Author

Alessandra Langit

Alessandra Langit is a writer with diverse media experience. She loves exploring the quirks of girlhood through her visual art and reposting Kafka’s diary entries at night.