Menyelami Gagasan Outlandish Optimism, Tema International Design Day 2025
Apa yang terjadi jika desainer mampu menerapkan optimisme yang tak familiar sebagai pola pikir dan metode desain?
International Council of Design (ICoD) baru saja mengumumkan tema International Design Day (IDD) 2025 yang mengajak para pelaku desain untuk merancang narasi—membayangkan—alternatif masa depan yang positif. Outlandish Optimism–tema ini mengusung semangat melawan mitos dan menolak narasi-narasi suram dan penuh keputusasaan. Gagasan ini dikembangkan oleh anggota tuan rumah ICoD, Association of Polish Graphic Designers (STGU), dengan desain poster karya Olena Tverdokhlib, desainer grafis, ilustrator, dan direktur artistik asal Ukraina.
Dalam pengantar resminya, ICoD menjelaskan bahwa kita sebagai manusia selalu menginginkan lebih banyak lahan, lebih banyak air, lebih banyak udara, lebih banyak sumber daya. Dalam mengejar semua “yang lebih”, manusia sedari dulu tidak pernah benar-benar adil. Ekosistem yang menjadi tempat manusia mengambil sumber daya untuk membuat dan menciptakan “lebih banyak” hal, telah membentuk sistem produksi, konsumsi, dan distribusi yang tidak adil—sistem yang tidak menghormati seluruh umat manusia, apalagi bentuk kehidupan lain di luar manusia. Outlandish Optimism memantik pertanyaan bagi para pelaku desain: bagaimana jika yang perlu kita ubah bukan dunia, melainkan diri kita sendiri? Bagaimana jika desainer berhenti membuat “lebih banyak”, dan mulai mempertimbangkan bahwa sebenarnya semua ini sudah cukup? Ketika berbicara tentang pola pikir tersebut dalam desain, tentu saja kita membutuhkan cara merancang yang berbeda. Maka, ICoD mengajak para desainer untuk mengadopsi cara pikir spekulatif yang bernama outlandish optimism ini.
Lebih dari menyoal pola pikir desain, tema ini mendorong desainer untuk memahami dan “mengalami” planet ini dalam skala dan kerangka waktu yang lebih luas—yang dikenal sebagai planetary-scale thinking. Dengan perspektif tersebut, maka muncul satu fakta positif: bumi sebenarnya memiliki cukup sumber daya untuk semua. Termasuk lahan, air, makanan, tempat tinggal, dan segala jenis material luar biasa yang bisa digunakan untuk membuat dan merancang sesuatu. Kelangkaan adalah mitos, sedangkan kelimpahan itu nyata; yang menjadi masalah adalah cara distribusinya. Konsumsi berlebihan, fast fashion, gunungan sampah, barang-barang terbuang—pendekatan yang terlalu berpusat pada manusia tidak lagi mampu mengatasi tantangan planet ini dan seluruh penghuninya dalam mencari keseimbangan.
Lalu selanjutnya, apa yang bisa kita lakukan?
Outlandish Optimism dapat menjadi sikap spekulatif yang cerdik sekaligus metode desain. Bersikap optimis mungkin terasa asing, seolah tak masuk akal untuk zaman sekarang. Sulit bagi manusia untuk bisa merasa optimis di tengah krisis iklim, perang, kerakusan, dan sampah yang kian menumpuk. Pesimisme dan pemikiran suram seringkali menjadi pilihan dalam menghadapi segala problematika yang ada di dunia. Tapi faktanya, memiliki pola pikir optimis telah terbukti mampu mendorong hasil yang positif. Optimisme membantu manusia hidup lebih lama, dan meningkatkan kemampuan untuk melakukan aksi nyata menuju perubahan. Hal yang lebih “tak masuk akal” lagi: bagaimana jika Outlandish Optimism justru membangkitkan rasa kagum terhadap segala kelebihan yang sudah ada di dunia ini? Bagaimana jika optimisme ini merangsang kreativitas dalam relasi dan pekerjaan kita, sehingga kita tak lagi mengeksploitasi satu sama lain atau planet ini, tapi mulai selaras dengan dinamika kompleks yang mendukung keseimbangan, keadilan, dan keberlangsungan?
Merepresentasikan gagasan, poster Outlandish Optimism untuk International Design Day tahun ini terinspirasi dari narasi ketahanan yang mendalam. Dirancang oleh desainer asal Ukraina, Olena Tverdokhlib, desain ini merepresentasikan harapan dan optimisme di tengah kesulitan. Olena sendiri pernah bekerja di sejumlah agensi ternama di Ukraina dan Polandia, termasuk Ogilvy, Grey, Scholz & Friends, dan Dozen, mengerjakan proyek untuk berbagai merek lokal dan internasional. Ia juga telah merancang banyak kampanye sosial, yang dikenal mampu menyampaikan isu-isu penting secara visual dan emosional. Setiap elemen yang terdapat pada desain poster IDD 2025 memiliki makna mendalam. Bunga dalam poster menjadi simbol ketahanan dan keyakinan kuat bahwa harapan tetap bisa tumbuh, bahkan di situasi paling suram. Latar belakang gelap menggambarkan kenyataan pahit dan ketidakstabilan yang sedang menggema di berbagai penjuru dunia. Di atas latar ini, hadir elemen mata sebagai lensa untuk melihat dunia—pun bisa untuk menangkap cahaya yang mungkin tersembunyi di balik bayangan. Elemen-elemen visual ini mengajak kita untuk tetap mencari dan merawat hal-hal positif di tengah lingkungan yang menantang. Sebagai desainer dan pelaku kreatif, kita memiliki alat sekaligus kekuatan untuk mengubah cara pandang. Lewat karya, kita bisa membentuk narasi, mengarahkan perhatian, dan membuka pikiran menuju optimisme—terutama di masa sulit. Poster ini menjadi pengingat bahwa visi kreatif kita bisa menerangi jalan ke depan, dan menginspirasi orang lain untuk menemukan keindahan dan ketahanan di tempat-tempat yang tak terduga. Lewat semangat ini, kita mengajak semua desainer untuk merefleksikan kembali peran kita sebagai pencipta narasi dunia yang lebih optimis, khususnya bagi mereka yang sedang menghadapi konflik dan tantangan.
Dalam rangka perayaan International Design Day 2025 ini, ICoD mendorong para desainer dan organisasi untuk membuat acara yang mengangkat tema ini dalam rupa kegiatan digital seperti wawancara langsung, konferensi, diskusi yang disiarkan melalui media sosial, atau pertemuan tatap muka, diskusi, maupun lokakarya yang terinspirasi dari tema dan beberapa pertanyaan berikut:
Apakah desainmu mencerminkan optimisme?
Apakah kamu merasa kalah oleh tekanan untuk terus menciptakan lebih banyak “barang”, atau untuk merancang objek maupun sistem distribusi yang tidak etis dan tidak adil? Bagaimana praktik desainmu bisa mematahkan mitos bahwa sumber daya “tidak cukup” untuk semua?
Narasi suram apa yang membatasi kamu untuk mendesain dengan cara yang kamu inginkan? Bagaimana jika kamu mulai membawa lebih banyak hal positif ke dalam praktikmu?
Bagaimana kamu bisa menggunakan alat-alat desain untuk mengubah cara pandang, agar semua makhluk hidup bisa “mekar”? Bisakah kamu membayangkan sebuah model positif dari sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya?
Tindakan desain "tak masuk akal" apa yang bisa kamu lakukan untuk membuktikan bahwa optimisme bisa mendorong keseimbangan, keadilan, dan keberlangsungan?