Menjelajahi Dunia Tanpa Poros di There is no center
ROH dengan bangga menampilkan There is no center, sebuah pameran sepanjang 12 pekan yang dalam kesunyian memantik provokasi: Bagaimana kita menavigasi dunia tanpa poros? Bagaimana kita memberikan ruang untuk kerumitan dan pertentangan? Selama dua belas pekan, karya-karya masuk dan keluar, menyatakan kehadiran yang sementara serta bentuk, makna, dan ekspresi yang terus berubah. Pada intinya, pameran ini melawan dorongan yang telah lazim dikenal untuk mereduksi, menyederhanakan, dan menjadikan hal yang dapat diamati dan yang tak bisa diamati ke dalam istilah-istilah tertentu yang mudah dipahami.
Pameran ini mengambil inspirasi dari para seniman yang karyanya berasal dari permukaan, objek, dan proses yang sering terabaikan, yaitu dari dunia yang kita lalui tanpa perhatian. Melawan beratnya pemaknaan di titik-titik pusat, karya-karya ini menciptakan revolusi yang bergerak secara lembut dan menyeluruh dalam dan dari berbagai tempat; mengajak pengunjung untuk hadir secara utuh dan menyadari kemungkinan kemungkinan sesaat dari sesuatu yang tak tetap dan tak menentu. Menolak keterpusatan berarti mengakui kegelisahan dan lapisan kompleksitas pada saat ini—ketika kehausan untuk mengontrol dan mengatur seringkali merenggut apa yang sebenarnya vital, tidak terprediksi, dan hidup.
There is no center memamerkan karya-karya dari Aditya Novali (l. Surakarta, 1978), Albertho Wanma (l. Biak, 1986), Bea Camacho (l. Manila, 1983), Budi Santoso (l. Cilacap, 1980), Charwei Tsai (l. Taipei, 1980), chi too (l. Kuala Lumpur, 1981), Kate Newby (l. Auckland, 1979), Kazuko Miyamoto (l. Tokyo, 1942), Kitty Taniguchi (l. Philippines, 1952), Mella Jaarsma (l. Emmeloord, 1960), Mira Rizki Kurnia (l. Bandung, 1994), Oototol (l. Bali, -), Orawan Arunrak (l. Bangkok, 1985), Rab (l. Quang Ngai, 2000), Raha Raissnia (l. Tehran, 1968), Tcheu Siong (l. Laos, 1968), dan Tith Kanitha (l. Phnom Penh, 1987). Penulis Denise Lai, Erwin Romulo, Harry Burke, Hung Duong, Innas Tsuroiya, Mara Coson, dan Martin Germann akan merespon karya dan pameran melalui tulisan yang akan terakumulasi seiring berjalannya waktu dan mencapai titik pada akhir pameran. Selama durasi pameran, ruang galeri akan menghadirkan pergerakan dari Bea Camacho, Charwei Tsai, chi too, Mella Jaarsma, Rab, dan Raha Raissnia. Pameran buka untuk umum pada hingga 13 April 2025.