Menjadi Kecil Kembali di Pameran Through the Looking Glass

Pada tanggal 18 Agustus 2024, Studioland membuka pintu untuk pengunjung pameran Through the Looking Glass, sebuah pameran kelompok yang dikuratori oleh Alessandra Langit. Diselenggarakan di Kandank Jurank Artspace, Tangerang Selatan, pameran ini berupaya untuk menantang aturan ketat dan struktur seni “serius” yang seringkali dituntut dalam sistem masyarakat kapitalis. Through the Looking Glass mengajak pengunjung untuk menjelajahi ruang yang meleburkan batasan kedewasaan. Setiap seniman menampilkan interpretasi unik tentang apa artinya menjadi kecil dalam dunia yang menuntut maturitas dan keseriusan.

Menampilkan karya dari Auratium, Dhanurendra Pandji, Haiza Putti, Jesse Manuel, Nadine Hanisya, Sarah Arifin, dan Subs Experiment, pameran Through the Looking Glass menantang apa yang dianggap masyarakat saat ini sebagai seni yang “layak” dan “berharga”—sebuah pemberontakan halus yang merayakan keaslian emosi manusia. Mengacu pada narasi Alice yang mengecil di Alice in Wonderland, para seniman muda dalam pameran ini melihat “pengecilan” bukan sebagai kemunduran, melainkan sebagai pemberdayaan pengambilalihan atas kelembutan dan imajinasi.

Ruang yang menjadi tuan rumah Through the Looking Glass juga memberikan kesan fatamorgana penuh keajaiban—didesain dengan cermat untuk mengaburkan garis antara kenyataan dan fantasi dengan permukaan reflektif dan transparan yang berfungsi sebagai metafora kemungkinan tak terbatas dari emosi manusia. Setiap karya seni berfungsi sebagai pintu menuju dunia yang lebih lembut dan cair di mana kelembutan dan ketenangan yang sering diasosiasikan dengan feminitas dirayakan dengan berani. Sebagaimana yang dijelaskan oleh kurator Alessandra Langit dalam pernyataan persnya, “Di sini, kelembutan menjadi tindakan radikal, dan kejenakaan menjadi alat yang kuat untuk membayangkan kembali realitas kita.”

Through the Looking Glass mempersembahkan konsep menjadi kecil sebagai tindakan penuh kekuatan. Sebuah seruan radikal untuk menyingkirkan beban logika yang berat dan merangkul keajaiban—“merangkul ringan mimpi kita, putaran daun, atau bisikan kenangan masa kecil.” Pameran ini merupakan undangan untuk menantang sikap keras yang melelahkan dari dunia modern dan menemukan kekuatan dalam bermain. Through the Looking Glass terbuka untuk umum di Kandank Jurank Artspace hingga 15 September 2024.

Slide-9
Slide-8
Slide-7
Slide-6
Slide-5
Slide-4
Slide-3
Slide-2
Slide-1
About the Author

Kireina Masri

Kireina Masri has had their nose stuck in a book since they could remember. Majoring in Illustration, they now write of all things visual—pouring their love of the arts into the written word. They aspire to be their neighborhood's quirky cat lady in their later years.