A Spoonful of Sugar in Your Cup of Tea: Menyoroti Isu Diksriminasi lewat Ilustrasi

Bersama British Council, Pustaka Pias merilis buku ilustrasi bertajuk A Spoonful of Sugar in Your Cup of Tea yang menyoroti pengalaman diskriminasi dan kolonialisme dari ilustrator asal Inggris dan Indonesia. Buku ini merupakan hasil dari program pertukaran budaya yang digagas oleh British Council bernama Connection Through Culture. Dalam menjalankan program tersebut, Pustaka Pias berkolaborasi dengan kolektif visual bernama Small Fry Collective dari Inggris. Delpi Suhariyanto & Titis Embun Ayu selaku project manager dari A Spoonful of Sugar in Your Cup of Tea berbagi kepada Grafis Masa Kini, “Buat kami buku ini menjadi wadah berjejaring dengan kawan-kawan yang memiliki ketertarikan visual dari Inggris dan Indonesia, namun kami rasa hubungan visual tidak hanya tentang warna dan garis tapi tentang latar belakang setiap senimannya.”

A Spoonful of Sugar in Your Cup of Tea berangkat dari diskusi Pustaka Pias tentang bagaimana cara menumbuhkan solidaritas interseksional di antara pelaku kreatif di Inggris dan Indonesia. Dalam mewujudkan hal tersebut, kolaborasi dan kontribusi dari pelaku kreatif menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran sosial, nilai toleransi, serta sikap inklusif—mengingat pelaku kreatif dapat mengambil peran sebagai agent of change. “Semua ini berangkat dari merefleksikan bentuk-bentuk kesenjangan dan ketidakadilan sosial yang dialami dalam kehidupan sehari-hari yang berakar dari diskriminasi dan kolonialisme,” cerita Delpi dan Titis. Lebih lanjut, Pustaka Pias menyusun proyek buku ilustrasi ini dengan menggandeng Small Fry Collective, sebuah kolektif yang berbasis di Inggris dan diprakasai oleh Maisy Summer, seorang ilustrator dan animator. Dengan gagasan tersebut, Pustaka Pias dan Small Fry Collective dipercayakan untuk menjadi salah satu penerima hibah Connections Through Culture tahun 2021 dari British Council.

Membicarakan identitas dan penderitaan yang dialami karena identitas adalah hal yang tidak mudah—bahkan traumatik. Maka, dalam proses pembuatan buku ilustrasi ini, Pustaka Pias dan Small Fry Collective mengharapkan rasa tak nyaman yang hadir bersamaan dengan rasa terpenuhi. Perasaan-perasaan tersebut dapat menjadi peluang pembelajaran bagi setiap individu yang terlibat. “Tentu saja, hampir mustahil menghadirkan persoalan ini secara menyeluruh, tapi karena inspirasi utama dari penjajakan masalah yang digambarkan dalam buku ini berangkat dari persoalan keseharian, kami pikir, pengalaman tersebut penting dihadirkan sebagai bahan refleksi,” ungkap Delpi dan Titis.

Zoom

A Spoonful of Sugar in Your Cup of Tea menampilkan karya dari dua ilustrator Inggris yang dihadirkan oleh Small Fry Collective yaitu Danielle Rhoda dan Wendy Wong. Buku ini juga menampilkan karya tiga ilustrator Indonesia yaitu Maharani Mancanegara, Bonnibel Rambatan, dan Papuan Movements. Lima ilustrator tersebut membagikan pengalaman tidak mengenakkan terkait identitas yang pernah mereka alami di tempat masing-masing. “Latar belakang setiap ilustrator tentu menjadi faktor penting yang juga lekat dengan topik sepertii Imigran, Peristiwa 65/66, supremasi kulit putih, LGBTQIA+, & isu tentang konflik di Papua,” jelas Delpi dan Titis. Seiring berjalannya proyek ini dari 2022 hingga 2024, ada penambahan sepuluh ilustrator Indonesia yang terlibat yaitu Elan Merdeka, Brethania Brigitta, Chepy, Erica Sutandi, Inggita Kanya, Jody Muhammad, Nurulaila, Silmi Sabila, Singgih, dan Tasia Sugiyanto.

Dalam menentukan ilustrator Indonesia yang terlibat, Pustaka Pias mempertimbangkan seberapa kuat narasi, gaya visual dan konsep artistik dalam kekaryaan, dan bagaimana ketertarikan setiap ilustrator dalam mengeksplorasi topik diskriminasi dan kolonialisme. Menurut Titis dan Delpi, kualifikasi tersebut penting karena Pustaka Pias melihat perupa, desainer, dan ilustrator sebagai suara komunias mereka masing-masing. “Selain itu, kami juga mempertimbangan komitmen untuk menghadiri beberapa pertemuan daring (dikarenakan Covid-19), melakukan riset, dan berkarya secara remote.” Bagi Pustaka Pias, peran setiap kontributor sangatlah penting karena dengan karya dan narasi yang mereka bagikan dapat memantik pembaca untuk membayangkan masa depan yang lebih baik—tentunya juga berpartisipasi aktif dalam mewujudkannya. 

Isu diskriminasi dan kolonialisme yang disuarakan oleh para ilustrator dari berbagai latar belakang dalam buku ini merupakan sebuah ajakan bagi pembaca untuk merefleksikan dan mengartikulasikan isu tersebut dan dampaknya dengan kapasitas mereka masing-masing. Dengan kesadaran diri yang terbentuk, kita sebagai masyarakat dapat bergerak untuk terus mengedukasi diri dan mencari tahu, serta merangkul orang-orang di sekitar kita. Dengan buku ini, Pustaka Pias dan Small Fry Collective juga mengusahakan ruang inklusif yang bermakna, terbuka terhadap beragam latar belakang, di mana setiap individu adalah unik dan dapat memberikan wawasan dan ide yang berharga. “Menggabungkan semua pengalaman, pengetahuan, dan keahlian kita untuk melakukan pekerjaan terbaik yang kita bisa, misalnya membuat proyek-proyek kolaboratif dan publikasi yang secara mendalam melibatkan nilai-nilai toleransi, sikap inklusif, nilai-nilai perlindungan (safeguarding),” tutup Titis dan Delpi.

A Spoonful of Sugar in Your Cup of Tea merupakan judul yang dicetuskan oleh Kelana Wisnu dari Pustaka Pias yang mengambil dari sejarah gula yang disinyalir merupakan awal mula hubungan antar Inggris dan Indonesia. Sampul dari buku ilustrasi ini didesain oleh Sidney Islam. A Spoonful of Sugar in Your Cup of Tea kini bisa didapatkan oleh publik di Grammars, Bandung.

Slide-1
Slide-2
Slide-3

Ilustrasi cover oleh Maisy Summers

About the Author

Alessandra Langit

Alessandra Langit is a writer with diverse media experience. She loves exploring the quirks of girlhood through her visual art and reposting Kafka’s diary entries at night.