Karakter Budaya yang Kuat dalam Rancangan Identitas Visual IHA yang Relevan

Desainer: gemasemesta.co
Klien: Indonesian Heritage Agency
Lingkup: Brand Identity and Sistem Parent Branding

Indonesian Heritage Agency (IHA) tak lama ini dibentuk oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) sebagai wadah bagi museum-museum milik negara. Mewujudkan proyek tersebut, perancangan identitas visual dimulai dan melibatkan Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) Pusat. Melalui program ADGI Hub dari AGDI Pusat, seleksi dilakukan dengan menyertakan perwakilan Chapter ADGI sebagai kandidat. Setelah melalui berbagai tahap, gemasemesta.co sebagai wakil dari ADGI Chapter Jakarta dipilih menjadi desainer untuk merancang identitas visual IHA.

“Sejauh ini museum milik negara berdiri sendiri dengan operasionalnya masing-masing, jadi inisiasi dari Kemdikbudristek itu buat IHA ini sebagai wadah yang nantinya bisa memajukan museum-museum di bawahnya. Di project ini kita handle brand identity serta sistem parent branding IHA ke semua museum. Karena perannya jadi parent branding dan nantinya akan melekat ke masing-masing museum, kita coba susun sistem gimana brand-nya bisa berdampingan,” Gema Semesta sebagai desainer di proyek ini menjabarkan. Selain dirinya, juga ada Shan Savero yang terlibat dalam proyek ini sebagai desainer.

Gema mengatakan bahwa ide perancangan berangkat dari konsep “Heritage” yang diusung oleh IHA dalam mempreservasi peninggalan-peninggalan budaya dan sejarah Indonesia. Gema mengatakan, “Awal kita start develop inspirasinya diambil dari beberapa hal-hal prasejarah dari Indonesia kayak arca, figur garuda, aksara pallawa. Jadi, siluet logonya kita coba bentuk dari shape-shape organik, kita coba bawa karakter prasejarah untuk menyimbolkan heritage-nya”.

“Untuk warna dari brand-nya juga kita ambil inspirasi dari material perunggu yang menjadi salah satu material yang umum ditemukan di benda-benda peninggalan. Perunggu yang berumur lama akan membentuk lapisan patina karena teroksidasi. Jadi, kita ambil shade warna perunggu ke patina sebagai identity-nya. Elemen grafis juga kita develop dari siluet-siluet peninggalan sejarah. Kita coba buat pattern yang disusun dari siluet itu untuk ngeluarin karakter budayanya ke supergrafis,” Gema menuturkan lebih lanjut soal perancangan identitas visual.

Zoom

Gema menekankan bahwa lewat perancangan identitas visual ini dirinya ingin menyampaikan kultur dan budaya Indonesia yang kental dapat dibuat relevan dan modern. “Melalui IHA, kami mencoba menggabungkan unsur budaya yang Indonesia punya. Tapi, kita coba kemas dengan modern, sehingga bisa meng-elevate dan memberikan nafas segar,” tutur Gema. Setelah melalui berbagai pengembangan, rancangan ini pun diterima dan berhasil membawa hal baru ke ranah pemerintahan.

Identitas IHA yang dirancang oleh gemasemeta.co sangat eklektik dan tidak monoton. gemasemeta.co berhasil menghadirkan sesuatu yang lampau dan penuh dengan nilai historis dalam kemasan modern dan sangat organik. Hal tersebut menjadikan rancangan ini sangat beda, unik, dan dapat menonjol jika disandingkan dengan logo museum atau institusi pemerintah sejenisnya. Siluet dan lekukan yang diambil dari beragam bentuk arca, patung, dan lukisan bersejarah dipulas menjadi identitas visual yang menarik dan profesional dengan sedikit kesan “misterius”.

Slide-1
Slide-2
Slide-3
Slide-4
Slide-5
Slide-6
Slide-7
Slide-8

About the Author

Daud Sihombing

Daud Sihombing has been writing professionally for the past 9 years. This fervent alternative publishing enthusiast prefers his quaint little town over the hustle and bustle of the city and doesn't let sleep stop him from watching every single AS Roma match.

Let your work shine!

Your work takes center stage! Submit your final assignment here to be assessed by experts of the field.

Submit

Similar Articles

Get ahead of the game with GMK+

Keep your finger on the pulse of the art and design world through newsletters and exclusive content sent straight to your inbox.