Memahami Gentingnya Isu KBGO Lewat Komik Mulai dari Kamu

Dalam rangka Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD), TaskForce KBGO menggandeng ilustrator Nadya Noor untuk merancang Comic Zine Mulai dari Kamu. Gagasan ini berangkat dari banyaknya aduan kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) selama 2022. Laporan tersebut mencatat penyebaran konten intim non-konsensual atau non-consensual dissemination of intimate image (NCII) sebagai jenis KBGO terbanyak kedua. Membawa isu ini, Nadya Noor menciptakan ilustrasi yang hangat, mudah dipahami, namun di waktu yang bersamaan memiliki kekuatan untuk “menyentil” banyak orang untuk lebih sadar akan pentingnya mencegah KBGO. Layaknya tajuk Comic Zine yang dirilis pada 8 Maret lalu, langkah kecil namun signifikan dapat dimulai dari diri kita sendiri. 

Comic Zine Mulai dari Kamu mengangkat cerita tentang kasus penyebaran foto intim yang dilakukan seorang laki-laki. Motif tindakan ini adalah patah hati karena korban memutuskan hubungan dengan pelaku. Sayangnya, narasi ini bukan hanya cerita fiksi, melainkan berdasarkan kasus-kasus nyata yang sering terjadi di era digital dan terungkap lewat media sosial. Kolaborasi Comic Zine Mulai dari Kamu ini awalnya berangkat dari obrolan Nadya dan Nela, salah satu penulis Comic Zine Mulai dari Kamu, tentang aduan KBGO yang diterima TaskForce. Berdasarkan kegelisahan akan banyaknya laporan kasus kekerasan tersebut, TaskForce KBGO bersama Nadya Noor meluncurkan tagar #MulaidariKamu sebagai bagian dari kampanye yang bertujuan untuk mencegah kekerasan, termasuk pada ranah digital. Kampanye ini juga merupakan upaya untuk mendorong masyarakat luas menjadi pengamat dan ikut berperan dalam pencegahan KBGO, salah satunya dengan cara mengingatkan teman atau orang-orang sekitar tentang tindak kekerasan di ranah digital.

Nadya Noor mengawali proses perancangan ilustrasi untuk Comic Zine ini dengan keraguan terkait perspektif cerita. “Komik ini punya sudut pandang laki-laki, sedangkan gambarku dominan (perspektif) perempuan semua,” kata Nadya Noor. Namun perasaan ragu tersebut seketika pergi ketika Nadya menyadari bahwa fenomena penyebaran foto intim ini sering dijumpai pada pertemanan atau tongkrongan laki-laki. “Aku sendiri pernah mendengar langsung dari sisi korban maupun pelaku, masih berhasil membuatku bergidik kalau mengingatnya,” cerita Nadya. Berdasarkan pertimbangan tersebut dan pengalaman pribadinya, Nadya merasa penting baginya untuk mengilustrasikan langkah nyata pencegahan KBGO dari perspektif laki-laki agar lebih mudah untuk dipahami  dan diterapkan di keseharian. Dalam ilustrasi komik ini, Nadya menghadirkan karakter laki-laki bernama Ale, protagonis yang dengan berani melawan tindak KBGO yang dilakukan oleh teman satu tongkrongannya.

Zoom

Dari segi konsep artistik, Nadya merancang ilustrasi yang ramah di mata, mengingat pesan yang disampaikan oleh narasi komik ini sudah cukup kompleks. Pemilihan warna pada ilustrasi ini juga dipertimbangkan berdasarakan perasaan yang ingin disampaikan oleh cerita, seperti penjelasan Nadya, “Lewat perpaduan warna sendu dan mencekam, aku coba untuk menciptakan komposisi beberapa frame sesederhana mungkin.” Nadya lebih menekankan pada detail-detail yang dekat dengan pembaca, seperti penggunaan kolom pesan WhatsApp yang merupakan bagian dari keseharian masyarakat. Aspek lain yang ikut diperhitungkan oleh Nadya saat membuat ilustrasi ini adalah penggunaan garis bingkai yang tebal. “Oh, dan aku sengaja menggunakan gaya outline tebal, seakan ingin mempertegas kalau isu ini darurat,” imbuh Nadya lebih jelas. 

Semenjak rilisnya di media sosial, baik Instagram maupun X, Comic Zine Mulai dari Kamu mendapatkan respons positif dari masyarakat luas. “Beberapa merasa kampanye #MulaidariKamu perlu digencarkan, masih banyak pihak yang tidak menyadari kalau tindakan itu adalah kekerasan,” kata Nadya. Lebih lanjut, Nadya mengungkapkan bahwa tindak kekerasan di ranah digital seringkali dilihat sebagai “gurauan tongkrongkan”. Dengan anggapan tersebut, masyarakat merasa bahwa KBGO bukanlah isu yang krusial. Kehadiran Comic Zine Mulai dari Kamu menjadi alat edukasi bagi masyarakat awam sekaligus ruang aman bagi banyak orang untuk bersuara terkait pengalaman mereka menjadi penyintas kekerasan di ranah digital. Tak hanya itu, komik ini juga menjadi refleksi dan evaluasi atas tindak-tindak kekerasan yang tidak disadari sebelumnya. “Enggak sedikit yang ikut bersuara soal pengalamannya menjadi korban, atau bahkan menjadi Ale sebagai teman pelaku KBGO. Mau kupeluk satu-satu rasanya,” ungkap Nadya. 

Comic Zine Mulai dari Kamu merupakan salah satu aksi nyata yang dapat dilakukan desainer atau ilustrator dalam menyuarakan isu-isu genting di sekitar kita, salah satunya kekerasan di ranah digital. Menurut Nadya Noor, pendekatan visual, seperti ilustrasi, masih menjadi cara paling efektif untuk berbicara ke masyarakat umum. “Sebagai seniman yang bekerja lewat visual, ini adalah sebuah nilai lebih untuk bersuara lebih keras—berteriak—soal isu sepenting kekerasan seksual,” tegas Nadya. Mengambil contoh Comic Zine Mulai dari Kamu, seni visual berperan penting dalam menyajikan informasi hingga potret realita yang menjadi bahan edukasi bagi masyarakat, terutama di era media sosial. Nadya juga menambahkan, “Untuk masuk dan menjangkau audiens yang lebih besar, perlu adapatasi terhadap tren agar memiliki nilai engagement yang tinggi.” Selain itu, representasi seniman perempuan di dunia seni dan desain juga mendorong lahirnya karya-karya yang menyuarakan isu soal segala bentuk kekerasan, salah satunya kekerasan seksual. “Seniman perempuan banyak membawa pesan untuk kaumnya, tidak berjalan sendiri-sendiri,” tegas Nadya yang percaya bahwa semakin banyak perempuan yang terlibat di dalam dunia seni dan desain, semakin lantang suara yang memperjuangkan hak-hak perempuan di dunia yang didominasi oleh maskulinitas ini. Kehadiran perempuan di dunia seni dan desain tentunya harus didukung oleh upaya semua pelaku seni dan desain untuk menciptakan ruang aman yang lebih inklusif.

Slide-1
Slide-2
Slide-3
Slide-4
Slide-5
About the Author

Alessandra Langit

Alessandra Langit is a writer with seven years of diverse media experience. She loves exploring the quirks of girlhood through her visual art and reposting Kafka’s diary entries at night.

Let your work shine!

Your work takes center stage! Submit your final assignment here to be assessed by experts of the field.

Submit

Recomended Reading

Cover

Popomangun Discusses the Meaning of Home in the
ARTLOKA proudly presents Popomangun's solo exhibition, titled House of Home, which explores the personal meaning of home. In the curatorial text, Popomangun writes that home is a safe space for its inhabitants and a place where they are fully shaped as individuals. Speaking to Grafis Masa Kini, Popomangun revealed that this solo exhibition stems from his unease regarding his relationship with family, which shaped his perception of the meaning of home itself. Transitioning from living with parents to becoming a parent himself prompted Popomangun to create visual works centered around the concept of home. "Being a parent has no school or curriculum; thus, all behaviors and adaptations in the form of communication, anxieties, and warmth are actually recorded in the feelings and thoughts that we call home," expressed Popomangun.
The patterns and colors in Popomangun's works in the House of Home exhibition depict his memories of home. In terms of form, the houses in his works are drawn from various memories, including his relationships with his parents, in-laws, wife, and children. "All of these are illustrated in depictions of houses in various forms," explained Popomangun. The selection of warm and cool colors within the same frame reminds us of the emotional dynamics within a home. Memories in the corners of the house are translated by Popomangun into symbols and silhouettes unified within a single visual narrative. The curatorial text states that for Popomangun, aside from being representations of memories, these forms and patterns serve as both figures and landscapes depicting how he survives by building a "home" amidst the chaos of life.
Exhibition

11 days ago
Load More Article

Get ahead of the game with GMK+

Keep your finger on the pulse of the art and design world through newsletters and exclusive content sent straight to your inbox.